Wisata Lombok yang eksotis part-3

Setelah puas snorkeling di gili trawangan, kami melanjutkan perjalanan ke Hutan Monyet Lombok.

Monkey Forest (Hutan Pusuk)

Wisata mengunjungi Hutan Pusuk di Lombok yang merupakan hutan lindung di Lombok Utara. Di sini kita akan menemukan ratusan monyek-monyet yang hidup berkeliaran dengan bebas. Mirip Monkey forest yang sudah lebih terkenal di Ubud, Bali.

Hutan Pusuk suasananya seperti di puncak, udaranya sejuk dan pemandangannya indah. Wisata pusuk terletak di kaki gunung rinjani,  dengan lanskap pegunungan hijau yang ditumbuhi pepohonan besar nan rindang, tebing curam, dan kita bisa melihat keindahan laut Lombok Utara dengan pantai yang memiliki hamparan pasir putih. Didalam hutan pusuk sendiri terdapat perbukitan dengan vegetasi seperti kumbi, mahoni, terep, piling, garu, dan tanaman lainnya. Banyak pepohonan yang daun dan buahnya menjadi makanan favorit monyet-monyet. Aktivitas yang bisa kita lakukan di sini adalah memberi makan kepada monyet-monyet dengan kacang2an.Informasi lebih detail di lomboktourplus

BELANJA OLEH-OLEH KHAS LOMBOK

Selanjutnya kami pergi menuju Kota Cakra / Mataram untuk mencari oleh-oleh khas Lombok yang terkenal sperti : Mutiara Lombok, Aneka jenis Dodol, Madu asli Sumbawa, Susu kuda liar, telur asin, kaos lombok dan banyak lagi lainnya.

Mutiara Lombok

Kami menemukan pengalaman menarik saat iseng-isng berbelanja perhiasan mutiara. Seperti foto di bawah ini, si penjaga toko tidak henti2-nya tertawa geli, entah apa yang dia tertawakan dari rekan-rekan kami ini. Heran dan Lucu haha.

 

Pulau Lombok dikenal sebagai salah satu pengahsi mutiara terbaik di dunia. Hasil jadi kerajinan mutiara antara lain mulai dari butiran mutiara, sampai mutiara yang terbalut logam mulia yang berbentuk perhiasan seperti anting-anting, kalung, dan gelang.

Harga perhiasan bervariatif, biasanya tergantung dari jenis dan berat perhiasan. Mutiara ada 2 macam yakni mutiara air laut dan mutiara air tawar. Mutiara Laut biasanya berbentuk oval, serta berwarna putih, emas, hitam dan perak. Sedangkan Mutiara Air Tawar bernbentuk bundar, dengan varian warna seperti putih, biru, pink, kuning, dan oranye. Biasanya warna mutiara dari jenis air tawar lebih bervariasi, karena warna tersebut disuntikkan dari bahan tertentu ke induk kerang penghasil mutiara.

Untuk masalah harga, Mutiara Laut cenderung lebih mahal dibanding Mutiara Air Tawar, Karena lebih sulit mendapatkannya. Anda bisa mendapatkan Mutiara Laut dengan harga mulai Rp. 100.000,- hingga Rp. 500.000,- per gram-nya. Sedangkan untuk Mutiara Air Tawar, Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp. 15.000,- per butir.

Ada banyak tempat/toko membeli mutiara di Lombok antara lain : Desa Mutiara Sekarbela,mutiara lombok pearl,dan lainnya. Anda juga bisa mengunjungi Mataram Craft Centre yang berada di jalan Ahmad Dahlan, Pegangsangan.

Susu Kuda Liar dan Madu asli Sumbawa, Lombok

Oleh-oleh lainnya yang terkenal adalah Susu Kuda Liar Lombok dan madu.

20151211_201043
Susu Kuda Liar dan Madu Lombok

Kaos di Lombok Exotic

Jangan lupa juga untuk mengunjungi toko kaos lombok yang terkenal yakni Toko Lombok Exotic di Jl. Raya Senggigi No.88a. Toko yang terkenal dengan logo bibirnya ini memiliki koleksi kaosnya lengkap dengan gambar dan tulisan yang menarik dan sangat kreatif. Info selengkapnya di travelingyuk.com

 

Waktunya kembali ke hotel dan istirahat. 🙂

HARI KE-3 DI LOMBOK

Pada hari ini, kami bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Pagi hari kami habiskan untuk istirahat dan bersantai di hotel kami ini, The Jayakarta Lombok Beach Resort&Spa.

Oh ya, kita belum sempat bercerita banyak mengenai hotel ini. Hotel ini sudah cukup tua dan lama, berdiri sejak 1993. Konsepnya resort alam dengan pantai sengigi di belakangnya. Kamar-kamarnya berada di gedung-gedung terpisah dan mengelilingi kolam renang besar. Suasananya asri dengan banyak pepohonan. Cocok untuk bulan madu dan bersantai.

 

 

 

Posisi Pantai persis di belakang hotel ini, tapi warna pasirnya hitam hehe. Selain itu ada hutan bakau sebagai pembatas hotel dengan pantai. Dari posisi restoran untuk sarapan langsung menghadap pantai, sehingga kita bisa menikmati makan dengan pemandangan pantai.

 

Di Pantai di belakang hotel ini, di pagi harinya banyak pedagang yang menjajakan kesenian membuat gelang dari benang yang bertuliskan nama kita. Pemandangan Pantai yang indah dengan latar Gunung Agung di kejauhan dan langit biru sungguh indah untuk berlama-lama di sini.

 

TAMAN MAYURA

Selesai berkemas-kemas, kami check-out lebih awal dan berangkat menuju ke salah satu objek wisata terakhir sebelum pergi menuju bandara. Kami mengunjungi Taman Mayura.

 

Dalam bahasa Sansekerta, Mayura berarti burung Merak. Taman yang dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada 1744 ini pada awalnya bernama Taman Kalepug yang berati suara jatuhnya air di telaga (suara klepug-klepug hehe). Nah, mengapa berganti menjadi Mayura karena pada kala itu banyak ular di kawasan taman ini. Untuk mengusir ular, didatangkanlah burung Merak dari Palembang untuk memangsanya. Sejak itulah Taman Kalepug berganti nama menjadi Mayura. Kini yang tersisa hanyalah relief-relief burung Merak yang semakin menyakinkan bahwa legenda tentang ular dan burung Merak memang ada. Informasi dari Sejarah Taman Mayura

 

Selain kekayaan sejarah dibalik pembangunan Taman Mayura, Anda bisa menikmati keelokan taman ini. Kawasan dengan luas 244, 60 meter x 138,50 meter ini sangat tertata dan terjaga kebersihannya. Deretan pohon manggis menambah sejuknya suasana Taman Mayura. Terkadang oleh guide pengunjung Taman Mayura diperbolehkan memetik buah manggis tersebut. Kolam luas yang memantulkan sinar matahari menambah eksotisme kawasan ini. Tak heran jika wisatawan baik mancanegara maupun domestik betah berlama-lama menikmati Taman Mayura.

 

Menginjak ke komplek pura, Anda bisa menemui empat pura utama. Seperti Pura Gunung Rinjani, Pura Ngelurah, Pura Padmasana, dan Pura Gedong. Pura Gedong sering digunakan untuk peribadatan umat Hindu, bahkan dari berbagai penjuru dunia. Karena hal tersebut, Pura Gedong juga memiliki nama lain, yaitu Pura Jagad Rana. Di area pura ini, suasana religius sangat terasa. Komplek pura ini tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu saja. Siapapun boleh masuk ke area pura untuk melihat-lihat serta mengetahui sejarahnya.Informasi dari Pura Mayura Lombok

Demikian perjalanan kami ke Lombok selama 3 hari. Ada tempat bersejarah, dan main air hehe..lengkap untuk refresh our mind. Sampai jumpa lagi Lombok 🙂

 

 

 

One thought on “Wisata Lombok yang eksotis part-3”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.