Post wedding Photo (mendadak) di Sampokong, Semarang

Halo, kali ini saya mau sharing seputar trip pendek ke Semarang beberapa waktu lalu. Perjalanan ke Semarang kali itu karena salah satu sahabat komsel kami ada yang merayakan pesta pernikahannya di sana. Jadi kami berencana untuk berangkat dan liburan singkat di sana. Kami berencana tiba sehari sebelum hari acara pernikahannya. Hari berikutnya acaranya ada pagi di gereja dan sore di resepsi. Pulangnya besok paginya lagi. Praktis hanya 1 hari saja kami bisa jalan-jalan secara bebas alias free timenya kami.

So, kami mengambil flight pagi dari Jakarta ke Semarang. Tiba di semarang kami langsung check-in di hotel kami yang terletak di area simpang lima. Tujuannya supaya nanti malam bisa mencari makan di sekitaran simpang Lima, yang memang terkenal dengan beragam kuliner kaki-limanya. Saya sudah menyiapkan itinerary singkatnya yaitu mengunjungi Kelenteng Sam Po Kong. Karena posisinya masih terletak di tengah kota Semarang.

Sebenarnya ada satu lagi tempat wisata yang ingin saya kunjungi yakni Vihara Buddhagaya Watugong dengan Pagoda Avalokitesvara-nya. Namun karena lokasinya cukup jauh dari pusat kota semarang, kami mengurungkan niat ke sana. Sedangkan objek wisata lainnya yang dekat yang bisa dikunjungi adalah Bangunan Tua Lawang Sewu. Namun saya sudah pernah ke sana sebelumnya. Untuk rekan-rekan yang belum pernah kesana, 2 tempat tersebut bisa juga menjadi alternatif wisata di Semarang.

KELENTENG SAM PO KONG

20170819_164006.jpg
Kelenteng Sam Po Kong, Semarang

Kelenteng yang disebut juga sebagai Kelenteng Gedung Batu merupakan tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang Laksamana dari China yang berlabuh di perairan Semarang untuk beristirahat. Sakit yang diderita awak kapal bernama Wang Jinghong atau Kiai Juru Mudi Dampo Awang, membuat empati Laksamana Cheng Ho untuk tinggal lebih lama disana.

Meski Laksamana Cheng Ho konon adalah seorang muslim, namun akhirnya gedung-gedung yang berarsitektur China/Tionghoa peninggalannya akhirnya difungsikan sebagai Kelenteng tempat beribadah umat Khong Hu Cu, Buddha dan Taoisme.

Objek wisata ini sekarang terbuka untuk umum dan bukanya setiap hari.

  • Alamat      : Jalan Simongan Raya nomor 129 Bongsari, Semarang, Jawa Tengah
  • Jam buka  : 08.00 – 22.00 WIB
  • HTM          : IDR8.000 – IDR28.000 (tiket terusan)
  • Jarak          : 5 km dari pusat Kota Semarang (Simpang Lima)

Komplek Sam Po Kong ini memiliki sebuah Patung Besar Laksamana Cheng Ho dan beberapa gedung.

  • Klenteng Thao TeeKong. Bangunan ini difungsikan sebagai tempat pemujaan Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup.
  • Kyai Juru Mudi Yaitu merupakan makam dari juru mudi kapal yang ditumpangi oleh Laksamana Cheng Ho.
  • Kyai Jangkar. Di area ini terdapat jangkar asli dari kapal Laksamana Cheng Ho yang dibalut oleh kain berwarna merah, selain itu tempat ini juga digunakan untuk mendoakan arwah yang tidak bersanak keluarga yang mungkin belum mendapat tempat di alam baka.
  • Kyai Cundrik Bumi Merupakan tempat penyimpanan segala jenis senjata milik awak kapal Laksamana Cheng Ho.
  • Kyai dan Nyai Tumpeng Merupakan tempat penyimpanan bahan makanan pada masa Laksamana Cheng Ho.20170819_165043.jpgGak perlu jauh-jauh ke China untuk mendapatkan spot foto yang sangat oriental dan cantik. Kami berfoto-ria dengan puas di sini. Salah satu hasil foto kami yang instagrammable:

Mendadak Post Wedding Photo

Setelah puas berfoto-foto sendiri dengan spot-spot yang saya akui sangat instagramable ini. Ternyata kemudian kami baru tahu ada jasa foto dengan menyewa pakaian khas kerajaan China loh di sini. Dan gak cuma menyewa saja, kita juga akan dibantu foto oleh fotografer yang handal, dan biayanya hanya 100ribu rupiah. Wah kami langsung ambil kesempatan ini dan jadilah foto-foto yang indah sebagai berikut :

Bagus kan foto-fotonya? Ada banyak sekali pilihan kostumnya. Kami memilih kostum warna emas/kuning cerah, supaya terlihat seperti kaisar dan permaisuri hehe. Oh ya kita juga mendapatkan semua file hasil fotonya asal membawa USB. Dan Photografernya juga sangat ramah dan membantu sekali dalam mengarahkan gaya. Hasilnya jadi maksimal, mirip prewedding photo session. Namun karena kami sudah menikah, makanya saya bilang postwedding photo hehe. Demikian perjalanan kami di Sam Po Kong.

Malam di Simpang Lima Semarang

Simpang Lima Semarang adalah sebuah lapangan yang berada di pusat kota Semarang dijalur nasional .Lapangan ini disebut juga Lapangan Pancasila. Simpang lima merupakan pertemuan dari lima jalan yaitu Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Gajahmada dan Jl A Dahlan. Di sekitarnya berdiri hotel-hotel berbintang dan pusat perbelanjaan dan wisata kuliner.

20170819_205401
Suasana malam hari di simpang lima, semarang

Lapangan ini merupakan pusat keramaian warga Semarang setiap hari Sabtu-Minggu. Terutama pada hari minggu pagi tempat ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan bersepeda. Malam harinya pun setiap saat selalu ramai berkumpual semua warga semarang maupun turis.

Di Simpang lima ini setiap malam, ada keunikan tersendiri yakni tersedianya becak hias dan kereta hias yang menggunakan tenaga sepeda. Ongkos sewanya untuk satu kali putaran dipatok harga Rp 30.000 oleh penyedia jasa becak hias. Cahaya lampu dari sepeda dan becak hias menghiasai Simpanglima.

Sekian sharing trip singkat kali ini. semoga bermanfaat. 🙂

One thought on “Post wedding Photo (mendadak) di Sampokong, Semarang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.