Honeymoon di Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan Part3

Setelah daytrip di Nusa Penida, kami diantar kembali dengan speedboat ke Jembatan kuning di Nusa Lembongan/Ceningan. hari masih sore sekitar jam3an kami memutuskan melanjutkan petualangan kami di Nusa Ceningan.

Jembatan Kuning (Cinta)

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò
Jembatan Kuning menghubungkan Nusa Ceningan dan Lembongan

Jembatan ini diberi nama Kuning karena memang warnanya dicat kuning hehe. Jembatan ini menjadi salah satu icon /trademarknya Nusa Lembongan/Ceningan. Jembatan ini hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua saja. Jembatan Kuning dengan panjang 100 meter dan lebar 1.5 meter. Jembatan Kuning ini ngehits karena banyaknya wisatawan yang mengabadikan photo bersama pasangan di sini. Oleh karenanya jembatan ini juga dikenal dengan nama Jembatan Cinta, banyak juga yang melakukan pengambilan photo prewedding di sini. Turis asing menyebutkan jembatan ini dengan nama Yellow Bridge.

Mengeksplor Nusa Ceningan, Surganya backpacker.

Nusa Ceningan adalah pulau terkecil di antara ketiga Nusa ini. Di Nusa ceningan ini sepintas yang saya lihat karateristiknya adalah jalan di sepanjang bibir pantai dipenuhi restoran, bar dan losmen untuk para backpacker. Dan mayoritas yang menginap di sini adalah bule turis asing.

Capture

Mereka nampaknya sangat menikmati suasana pantai yang belum crowded dengan sebotol bir di tangan, benar2 surga dunia yang jauh dari keramaian kuta, bali. Kami mengunjungi 2 spot dan makan sekaligus berenang di salah satu western restoran di sini.

Blue Lagoon

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò
Blue Lagoon, Ceningan

Spot paling terkenal di sini dan wajib dikunjungi bisa ke Nusa Ceningan adalah Blue Lagoon yang warnanya hijau turquoise yang sangat jernih dengan deburan ombak laut dan angin yang kencang. Pemandangan teluk yang indah ini benar-benar memanjakan mata kita.

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò
Gantian saya yang foto sekarang hehe, Blue Lagoon, Ceningan

Mahana Point Cliff Jump

mahana-via-rhondaw6-1024x1024.jpg
Mahana Point Cliff Jump, foto disadur dari : dailyvoyagers

Bagi anda yang memiliki jiwa petualang, berani mencoba tantangan baru dan tidak takut ketinggian, saya tantang anda untuk mencoba melompat dari tebing tinggi di Mahana Point Cliff. Mahana Point ini adalah sebuah kafe yang dibangun di ujung tebing menghadap laut yang menawarkan pemandangan yang maskulin sekaligus titik pertemuan untuk surfing and uji adrenalin dengan melompat ke laut.

This photo is taken with Brica B-PRO5 Alpha Edition mk.¢ò
cowboy of ocean, instagram : yudiarsie

Ombaknya yang deras dan bergulung cocok untuk para surfer menguji keahlian mereka di sini. Bagi kami yang bukan surfer, menikmati suasana laut lepas dari atas tebing ini sungguh seru..sambil memegang bir dan menikmati snack ringan..angin yang kencang dan sesekali deburan ombak yang maha dashyat menerjang kami.

Iya deburan ombak! Unbelieveable..posisi kafe ini 10 meter dari atas laut..dan ombaknya bisa nyampe ke meja kami..yang sempet basah karena ombak..gila kan.

Nah balik lagi ke soal tantangan. Di sini para pengunjung dapat mencoba melompat ke laut dari atas tebing ini. Ada 2 ketinggian yang ditawarkan yakni pertama 2-4m dengan posisi agak ke bawah. Biaya untuk sekali melompat dipatok 25ribu rupiah. Ketinggian yang kedua ini yang hardcore punya deh..10meter dari atas tebing..dengan biaya 50ribu sekali lompat. Namun disertai peringatan harus jago berenang dan resiko tanggung sendiri. Wuih..

Saya mencoba berdiri di papan yg 10 meter..angin yg berhembus kencang dan deburan ombak yang dashyat membuat nyali saya ciut…wah ini di atas kemampuan saya deh..haha..sepanjang kami bersantai di sana..tidak ada yg berani melompat dari papan yang 10meter..rata2..beberapa turis ada yang melompat dari papan 2-4m.

Le Pirate Beach Club

Setelah puas bersantai dan ngebeer..kami melanjutkan perjalanan ke sebuah cafe yang bertema bajak laut. Le Pirate ini tadinya adalah salah satu opsi pertama kami untuk menginap. Namun sayangnya full book di tanggal yang kami pilih. Keistimewaan tempat ini adalah :

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
restoran Le Pirate, foto dari sunshineseeker
  • Restoran dengan sajian western food yang berkualitas
  • Kamar yang bagus dengan konsep pondok2 kecil (semacam bungalow) yang privat terpisah satu sama lain. Cocok untuk honeymoon.
  • Kolam renang dengan konsep infinity pool yang menghadap pantai. Berenang di sini sambil menikmati sunset..sesi fotonya dijamin instagramable deh.

Menarik bukan? Hehe..sebagai gantinya karena tidak bisa menginap..mendingan kami singgah untuk iseng berenang di infinity pool nya. Syaratnya harus pesan makan juga di sini..jadi sekalianlah..toh kami juga sudah laper. Sayangnya foto di tempat ini..termasuk yang hilang :(..jadi gada yang bisa kami sharing di sini. Sebagai gantinya kami comot foto dari beberapa situs sebagai ilustrasi.

Sesudah selesai makan..dan berenang sambil menikmati sunset..kami kembali ke jembatan kuning dan menyebrang ke nusa lembongan.

Hari Ketiga – Persiapan menyeberang ke Pulau Bali

Hari ketiga ini kami di hotel saja..karena target check out sekitar jam 11an..kami harus segera pergi ke pelabuhan untuk menunggu kapal kembali ke pantai sanur bali. Pagi2nya setelah sarapan kami berenang kembali sebentar dan berkemas2..setelah itu pulang dengan membawa koper di atas motor haha..

Capture14

Sesampai di pelabuhan, kami memarkirkan motor di dekat2 sana..seperti yg saya bilang..tidak perlu repot mencari2 orangnya toh..sya meninggalkan tips 20ribu di kunci motornya hehe.

Di sana..sudah ramai turis asing yang menunggu. Dari perbincangan dengan ibu warung rokok di situ ketika beli minuman..saya baru tau trnyata mereka memberikan harga yang berbeda antara turis lokal dan turis asing saat berbelanja. Hehe untungnya saya bisa bahasa indonesia..jadi saya gk dikira turis asing..walau wajah mirip2 korea wkwk..

Akhirnya fastboat kami tiba..dan kami pun pulang bersama2 dgn turis korea hehe..kembali ke pantai sanur. Setiba di Pantai Sanur..kami segera berjalan dan mengambil grabcar pergi menuju bandara untuk kembali ke Jakarta penerbangan sore hari.

Tips :

Ngobrol dengan supir grabcar kami..beliau cukup amaze dengan keberanian kami trip 3hari 2malam ke nusa penida langsung dari bandara..tanpa jeda 1 hari di depan maupun di akhir trip. Karena menurutnya cuaca untuk fastboat berangkat atau pulang dari nusa lembongan/penida tidak bisa ditebak..kadang kalo lagi sial..bisa2 di hari yang kita ingin berangkat..cuaca buruk sehingga tidak bisa menyeberang pergi.

Kami pun manut2 dan sadar bahwa bener juga terlalu beresiko trip ke pulau..kalo waktunya terlalu pendek. So buat rekan2 yang mau mencoba ke nusa penida ini..kami sarankan beri jeda waktu sehari sebelum berangkat dan pulang. Kami cukup beruntung..semua serba ontime..dan tidak ketinggalan kapal.

Sampai jumpa di edisi trip berikutnya.. :v

One thought on “Honeymoon di Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan Part3”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.