Jalan-jalan wisata kultural di China Town, Singapura

Hai guys, melanjutkan hari kedua kami liburan di singapura, kali ini kami akan mengunjungi China Town di Singapura dan berkunjung ke dua tempat ibadah sekaligus objek wisata kultural di sini yakni Buddha Tooth Relic Temple dan Sri Mariamman Hindu Temple.

Kami menggunakan MRT dengan tujuan stasiun China Town. Anda bisa menggunakan rute North East Line (Ungu) dari HarbourFront, ataupun dari Marina Bay, transit di Dhoby Gaut menggunakan rute North South Line (Merah). Rute Baru (Coklat) masih under construction.

peta chinatown

Setiba di Stasiun MRT China Town, kami makan dulu di salah satu chinese restoran di sana yakni OKG (Old Kim Guan) Express. Restoran dengan konsep makanan chinese food yang gurih dengan signature foodnya chicken wings.

Nah tapi yang kami coba adalah 2 menu yang terlihat sangat menggoda mata, lidah dan perut yakni ayam kari dan babi (pork belly) sayur asin. Tempatnya sangat recommended, makanannya enak dan harganya pun terjangkau. Dijamin pasti senang makan di sini.

Tempatnya sangat recommended, makanannya enak dan harganya pun terjangkau. Dijamin pasti senang makan di sini. Setelah kenyang, kami keluar dari Stasiun MRT, dan berjalan kaki menuju area chinatown. Pemandangannya nuansa kota oriental berpadu dengan modern style. Cuaca cerah dan lumayan panas khas tropis.

Kami berbelanja di satu pasar tradisional yang ada di tengah-tengah China Town. Di sana kita berbelanja berbagai macam souvenir, termasuk pakaian, dan tas-tas.

Selain itu anda juga dapat mengunjungi ChinatownStreetfood yang tersohor dengan ragam kulinernya yang sayang untuk anda lewatkan. Kami berfoto di depannya, dan sempat singgah untuk menikmati beberapa cemilan, karena tadi kami sudah makan berat di stasiun hehe.

Selepas berbelanja dan nyemil-nyemil, saatnya berkunjung ke tempat yang rada serius yakni ke Buddha temple dan Hindu temple yang berada tidak jauh dari lokasi foodstreet ini. Semuanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Rutenya seperti di bawah ini :Chinatown trip

Buddha Tooth Relic Temple

20161210_142016Kuil Buddha bergaya Dinasti Tang Tiongkok di Chinatown ini,  sebenarnya bukan peninggalan lampau, melainkan baru dibangun pada 2007 (informasi detail dari visitsingapore.com), namun kekayaan desain interior kuil ini serta pameran seni dan budaya Buddha di sini berusia ratusan tahun. Namanya diambil dari benda yang dianggap umat Buddha sebagai gigi taring sebelah kiri sang Buddha, yang ditemukan dari sisa kremasinya di Kushinagar, India. Saat ini, gigi tersebut diletakkan dalam bangunan ini.

Relik Gigi Buddha (Buddha Tooth Relic) ini tersimpan dalam sebuah stupa raksasa seberat 3,5 ton dan terbuat dari 320 kg emas, yang mana 234 kilogramnya disumbangkan oleh umat Buddha. Anda hanya dapat melihatnya dari area publik, karena hanya biksu yang diizinkan memasuki ruang relik. Fasilitas lainnya mencakup Sangha Eminent Museum, sebuah teater yang menggelar pertunjukan budaya, diskusi, dan pemutaran film.

20161210_142819

Dengan pengetahuan minim saya mengenai agama Buddha, sekilas saya melihat banyak Patung-patung Buddha dari aliran Tantrayana (Mistisme Buddha). Karena tidak seperti Figur Buddha Sakyamuni yang biasa kita lihat, ataupun Buddha maitreya. Atau bisa jadi ini adalah Figur-figur Bodhisatva.

Keindahan lainnya terlihat dari berbagai macam Patung Utama yang nantinya akan dikelilingi Patung sejenis dalam ukuran lebih kecil dan jumlah yang banyak.

Bagi yang beragama Buddha, juga dapat bersembahyang di sini. Seperti ketika kami sampai, banyak Umat juga yang sedang bersembahyang. Informasi bagi umat Buddha, bisa mengunjungi website resminya.

Setelah, selesai melihat-lihat di dalam, kami keluar lewat pintu belakang, dan di pelatarannya ada patung Naga yang besar dan berwarna keemasan.

Kemudian ternyata di belakang Kuil ada lapangan besar dan gedung lainnya, ada tempat makan dan toko-toko souvenir. Di sini juga bagus untuk spot foto, hasilnya bisa lihat sendiri :

20161210_144338
Buddha Tooth relic temple singapore
20161210_144920
Buddha Tooth relic temple singapore

SRI MARIAMMAN TEMPLE

20161210_151213Nah setelah menggunakan mengunjungi Situs Buddha, kini giliran ke Situs Hindu. Salah satu yang sangat terkenal ini, ternyata juga ada di China Town, dan tidak jauh letaknya dari Buddha Tooth Relic Temple, yakni Sri Mariamman Temple.

Di kuil, lihatlah ornamen dan detail yang sangat rumit. ‘Gopuram'(pintu masuk menara agung) yang megah adalah landmark bagi generasi umat Hindu dan masyarakat Singapura.

Kembali ke tahun 1827, kuil ini dikenal sebagai Mariamman Kovil atau Kling Street Temple yang dibangun oleh para imigran dari wilayah Nagapatnam dan Cuddalore di India Selatan. Kuil ini didedikasikan bagi Dewi Mariamman, yang dikenal atas kekuatannya untuk menghilangkan penyakit dan sakit.

Selain tempat beribadah, kuil menjadi tempat yang penting untuk aktivitas masyarakat selama era kolonial. Bahkan Pendaftaran Pernikahan untuk umat Hindu – pada saat itu hanya kuil inilah yang diberi wewenang untuk melaksanakan upacara pernikahan Hindu.

Enam tingkatannya dihuni oleh patung dewa, binatang mitologis dan mahluk lainnya. Jika Anda berada di sini pada bulan Oktober atau November, Anda dapat mempertimbangkan mengamati Theemithi (upacara berjalan di atas api), yang merupakan festival utama dirayakan setiap tahun di kuil. Informasi lebih lanjut di visitsingapore.com

Demikian Perjalanan kami di China Town, Singapura. Setelah ini kami melanjutkan perjalanan dengan MRT. Kami akan bepergian mencoba kereta gantung Singapore Cable Car. Stay tune.

2 thoughts on “Jalan-jalan wisata kultural di China Town, Singapura”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.