Wisata rohani ke Graha Maria Annai Velangkanni Medan

Pagi hari ini saya bersiap-siap di hotel untuk dijemput setelah sarapan. Oh ya saya belum sempat menceritakan hotel saya. Setelah biztripnya kelar, saya pindah ke Hotel Kesawan yang memang terletak di Jalan Kesawan. Biar dekat kemana-mana dan merasakan suasana pecinan pusat kota. Dan karena tinggal di hotel inilah, saya tinggal jalan kaki ke Tjong A Fie Mansion kemarin.

Nah hari ini, sepupu saya akan mengajak mengunjungi Graha Maria Annai Velangkanni. Graha ini adalah gereja Katolik bergaya India-Mughal yang dibuka pada tahun 2005 di kota Medan, Indonesia. Gereja ini dipersembahkan untuk Bunda Velangkanni Bunda Penyembuh. Perjalanan ke sana memakan waktu kira2 30-45menit dan jarak sekitar 12KM. Tidak terlalu jauh kok.

Kuliner Lokal : Tau Kua Heci

Sebelum sampai ke sana, kami mampir untuk menikmati sebuah kuliner lokal khas di Jalan bakul, Sunggal, Medan, namanya Tau Kua Heci.

Tau Kua He Ci sendiri terdiri dari udang dan rajungan goreng tepung, kerupuk udang, tahu goreng, serta kangkung dan tauge rebus. Kemudian disajikan dengan dengan saos kental kemerahan. Rasanya sedikit asem dan manis. Menarik, karena saya belum pernah menikmati makanan ini.

Selain itu kami juga memesan Sate Babi dengan bumbu kacangnya. Air tahu dan sate jengkol pun menjadi pelengkap yang pas siang itu. Harganya yang relatif murah dan rasanya yang enak membuat tempat ini menjadi favorit untuk dikunjungi wisatawan lokal dan luar.

20161022_114207
Restoran Tau Kua Heci, Jalan Bakul, Sunggal, Medan

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Graha Maria Annai Velangkanni yang sudah tidak jauh dari sana sekitar 4Km lagi.

Graha Maria Annai Velangkanni

Sesampai di sana kita akan menyaksikan sebuah gedung yang berwarna-warni khas yang terlihat seperti kuil hindu namun ini adalah sebuah gereja khatolik. Gereja ini lokasi persisnya berada di dalam Kompleks Taman Sakura Indah, Jalan Sakura III No.7-10, Tanjung Selamat Medan

20161022_095400

Sejarah Sekilas

Gereja ini berdiri hasil dari gagasan Pastor James Bharataputra SJ, Seorang Pastor Jesuit keturunan India Tamil, yang bertugas di Keuskupan Medan sejak tahun 1972. Pastor James diberi mandat khusus oleh Uskup Agung untuk melayani masyarakat India dalam tugas penggembalaannya. Masyarakat India Tamil Khatolik pada masa itu terbelakang dalam segala hal, baik dalam rohani, ekonomi, pendidikan.

Sebagai karya pelayanan pastoral, beliau merintis pembangunan Sekolah Karya Dharma, Relokasi warga tamil dari kampung kristen,  dan pendirian Komunitas Kristen Dasar (BEC) dengan nama ‘Keluarga Besar Umat Katolik Tamil. Pastor James kemudian memikirkan dan merenungkan gagasan sebuah gereja yang didedikasikan untuk Annai Velangkanni dan aula sebagai pusat komunitas untuk St. Anne, ibu Maria. Selengkapnya di website resminya.

Tempat berziarah Umat Khatolik Indonesia dan Luar

20161022_094839

Sejak diresmikan pada 1 Oktober 2005 yang bertepatan dengan hari pembukaan Bulan Rosario, graha ini telah dikunjungi ribuan pecinta Maria dari dalam dan luar negeri.

Graha Maria ini hadir atas dasar doa Devosi dan Kontemplasi berdasarkan latihan rohani St Ignatius, pendiri Ordo Serikat Yesus. Doa Devosi kepada Bunda Maria muncul sejak abad ke 17 di sebuah desa pesisir di Velangkanni, Tamil Nadu, India, dikenal sebagai Annai Velangkanni yang berarti bunda dari Velangkanni, sama seperti Maria dari Lourdes, Maria dari Fatima. Informasi ini disadur dari travel.kompas.com

Arsitektur Gereja yang indah

Bangunan Utama berbentuk menara candi terdiri dari dua tingkat. Lantai dasar dijadikan aula, lantai pertama tempat beribadah dan balkon yang 14 jendelanya menceritakan jalan salib. Lalu di lantai dua, terdapat patung berdiri Annai Velangkanni dan putranya setinggi 2 meter yang dibawa langsung dari India, terdapat 20 jendela yang menceritakan peristiwa dalam hidup Yesus, dilengkapi tujuh tingkat menara dengan tiga kubah yang melambangkan surga tempat Allah Tri Tunggal bertahta.

Di sebelah kiri graha, terdapat Kapel Annai Velangkanni untuk tempat berdoa harian dan di depannya ada sebuah taman mini untuk memperingati Paus Yohanes Paulus II.

Ditambah taman untuk anak-anak dan komplek graha yang bisa menampung pengunjung dari jauh menginap secara gratis. Tempat penginapan diberi nama Panti Betheni, rumah Marta, Maria dan Lazarus di Palestina di mana Yesus sering menginap dalam mewartakan kerajaan Allah.

Interior gereja penuh relief, lukisan, dan ornamen. Terdapat tiga lukisan di kubah atas altar yang menjelaskan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya dan pengadilan terakhir.

Tempat parkirnya cukup luas dengan total luas areal graha 8.000 meter persegi. Informasi lebih lanjut mengenai arsitekturnya di sini.

Beberapa hari setelah diresmikan datang keajaiban. Sebuah mata air muncul tepat di bawah kaki patung Bunda Maria. Akhirnya banyak orang datang untuk minum air dan percaya air tersebut dapat menyembuhkan. Maria Annai Velangkanni memang dikenal sebagai Maria Bunda Penyembuh. Info dari travel.kompas.com

Bertemu dengan Pastor James

Sesudah puas berkeliling, saya menyempatkan diri membeli souvenir dan ketika mau pulang, eh mendadak muncul Pastor James yang kemudian menyambut para bapak ibu dari sebuah rombongan tur yang datang belakangan sesudah kami. Pastor James banyak mengobrol dengan mereka menjelaskan sejarah gereja. Namun karena ramai, saya mengurungkan niat untuk mendekati beliau, dan hanya mengambil fotonya dari kejauhan. Yang menarik adalah, beliau tidak menggunakan alas kaki sama sekali alias nyeker hehe. Mungkin karena sama dengan masuk ke dalam gerejanya pun kita harus lepas sandal/sepatu.

20161022_1031351-e1536324489467.jpg

Kembali ke Pusat Kota Medan

Setelah itu kami pun pulang kembali ke kota Medan. Sepupu saya mengantarkan sampai ke hotel. Dalam perjalanan pulang saya sempat melewati Kuil hindu beneran Kuil Shri Mariamman. Kuil ini terletak di jalan Teuku Umar no.18, di Kampung Madras, dengan Sun Plaza. Ya seperti yang kita ketahui memang di kota Medan ini tergolong multi etnis dengan kehadiran umat india tamil, baik yang beragama hindu maupun khatolik.

20161022_152825
Kuil Shri Mariamman

Well kemudian di sore harinya saya mengunjungi rumah sepupu saya yang lain yang kemarin.

Hari Terakhir – Sarapan di Kedai Kopi Apek, Jalan Hindu

Di pagi hari ini di hari terakhir saya di medan, sepupu saya menyempatkan diri untuk mengajak saya sarapan di salah satu pasar yang ramai di medan yakni PASAR HINDU. Kami berkunjung ke kedai kopi terkenal di kota Medan yakni Kedai Kopi Apek

Kedai Kopi ini tepatnya terletak di Jalan Hindu No.37. Pagi hari sudah dipenuhi oleh banyak orang untuk sarapan menikmati kopi dan cemilan ringan. Saking ramainya kami bahkan sempat ngantri untuk mendapatkan meja. Saya pun sarapan bihun goreng di sini dan kopinya pun rasanya sangaaat enak sekali. Kopi yang disajikan di sini adalah kopi hitam dan kopi susu dari Kopi Sidikalang jenis robusta khas sumatera utara. Hehe, ini salah satu kedai recommended yang wajib anda kunjungi ketika ke Kota Medan.

Bandar Udara Internasional Kualanamu

Setelah sarapan, saya kembali ke hotel dan siap berangkat kembali ke Jakarta dari bandara baru yakni kualanamu. Bandara ini besar sekali dan modelnya persis sama dengan Terminal 3 Garuda. Kesannya mewah dan luas.

Ok, berakhirlah trip singkat extend dari biztrip saya di medan. Harapannya next time saya punya waktu lebih panjang untuk menjelajahi tidak hanya kota medan tapi juga ke danau toba hehe. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.