Liburan Babymoon ke Seoul, Korea Part 4 (hanbok, gyeongbokgung dan buchon hanok villange)

Haloha, setelah kemarin kita jalan-jalan ke Namsan Tower, maka hari ini kami akan menjelajahi tradisi korea di area kota tua anguk. Kami akan memakai kostum tradisional khas korea, hanbok dan mengunjungi salah satu palace terbesar di korea yakni Gyeongbokgung Palace. Kemudian mengunjungi rumah tradisional korea di Buchon Hanok Village.

MENYEWA HANBOK

Oh ya kami sebelumnya sudah menyewa hanbok di klook.com. Harganya voucher lebih hemat bila dibandingkan sewa langsung di tempat. Penyedia jasa hanbok rental ini adalah Hanboknam.

Alasan kenapa menyewa di sini dibandingkan tempat rental lainnya, karena lokasinya yang sangat berdekatan dengan Gyeongbokgung palace, sehingga ketika sudah memakai hanbok, kita tidak perlu berjalan jauh lagi untuk berfoto-ria ke palace.

  • Alamat: Hanboknam Kyeonbokgung Store, 109 Sogyeok-dong Jongno-gu, Seoul
  • Cara Menuju Lokasi: Naik subway Line 3 ke Anguk Station. Keluar dari Exit 2 dan berjalanlah sejauh sekitar 600 m -Silakan lihat video atau peta terperinci sebagai instruksi untuk tiba di Hanboknam Gyeongbokgung Store.

Dan itu juga menjadi salah satu pertimbangan kenapa kami menginap di Insadong adalah supaya dekat dan bisa berjalan kaki saja ke area Anguk, Jongno dan sekitarnya.

Ok mari kita berangkat ke Hanboknam!! Dari ruas jalan Insadong, kami pergi ke arah menuju stasiun Anguk. Nah nanti di mulut jalan Insadong anda akan memjumpai Monumen Kuas Raksasa di sebelah kanan seperti gambar di atas, dan sejumlah burung pun menghampiri kita disini.

Kemudian kita harus menyeberang ke area seberang seperti foto di atas. Dari jauh ada pemandangan gunung/bukit. Di sini kita akan memasuki area kota tua. Begitu selesai menyeberang, hal pertama yang kita jumpai adalah gardu telepon umum. Dan uniknya telepon umum ini masih aktif dan bisa dipakai menggunakan T-Money.

Sepanjang perjalanan kita akan melihat suasana jalan yang rapi dan bersih dan menarik untuk difoto. Dinding batu dengan tanaman hijau dan pepohonan kering yang eksotis. Restoran, kedai dan toko-toko kecil di kanan kiri jalan.

Sesampainya di persimpangan yang ada e-mart-nya, kemudian berjalan terus ke dalam, dan nanti akan menemui gang yang menyempit, beloklah ke kiri.

yuditika hanbok gyeongbokgung 92
Persimpangan e-mart24, lurus lagi ke dalam, dan belok kiri.

HANBOKNAM RENTAL STUDIO

Finally kita tiba di tempat penyewaan hanboknya. Kami masuk ke dalam, dan memperlihatkan voucher kami dari klook.com. Namun penjaganya malah menyuruh kami ke cabangnya satu lagi. Karena ternyata untuk yang menyewa seharian di cabang satunya lagi. kalo cabang ini hanya untuk sewa pendek 2-4jam saja.

yuditika hanbok gyeongbokgung 17Ke cabang satunya lagi hanya selisih beberapa blok saja. Gedungnya lebih besar. Namun pintu masuknya lebih kecil. Kami masuk ke dalamnya, dan menunjukkan voucher kami untuk sewa character (bertema) full day untuk 2 orang. Kenapa full day? hehe, kami khawatir bakal telat dan tidak mau terburu-buru.

Well kita cukup surprise pas lihat harga aslinya kalau transaksi sewa di tempat, harganya lebih mahal bila dibandingkan menggunakan voucher dari klook.com. Untung saya sudah jauh2 hari membeli di klook.com, sehingga bisa menghemat banyak.

yuditika hanbok gyeongbokgung 106
Bini lagi bengong di depan Loker dan counter Hanboknam hihi.

Nah setelah memperlihatkan voucher, kami diberikan kunci loker dan dipersilahkan untuk menyimpan barang2 kami di loker. Setelah itu naik ke lantai-2 untuk fitting hanbok. Di lantai-2 terpajang begitu banyak kostum hanbok yang dibedakan antara laki-laki dan perempuan, dan antara pilihan tradisional dan karakter. tersedia juga untuk ukuran anak-anak.

Nah sesuai dengan peraturan di Hanboknam Guide di foto sebelumnya, kita hanya boleh menghabiskan waktu 30 menit untuk memilih kostum hanbok. Dan hanya boleh mencoba 2x saja kostum yang berbeda. Jadi pastikan memilih yang tepat dan gak pake galau2an hehe.

yuditika hanbok gyeongbokgung 20
kostum hanbok di hamboknam

Pilihan kami jatuh pada warna agak silver dengan kombinasi brokat. Setelah fitting, istri kemudian melanjutkan dengan tata rambut di bagian tempat dandan. Karena ramai ibu2 dandan, saya gak take foto di sana. takut mengganggu. Di sana, anda juga bisa menggunakan aksesoris yang sudah free included seperti pita rambut, tas. Sedangkan aksesoris lainnya berbayar, silahkan cek di foto hanboknam guide tadi. Saya sendiri mengambil aksesoris berbayar topi, biar lebih afdol dan maksimal tampilannya hehe.

yuditika hanbok gyeongbokgung 104
Fitting baju di Hanboknam

Sesudah selesai fitting, kami turun lagi ke bawah, dan siap berjalan-jalan hehe. Semangat!! 🙂

yuditika hanbok gyeongbokgung 22a
Siap untuk jalan-jalan, foto di depan Hanboknam Store

JALAN-JALAN KE GYEONGBOKGUNG PALACE

Nah sebelum jalan-jalan kita bahas sedikit mengenai destinasi ini. Gyeongbokgung Palace atau istana Gyeongbok ini dibangun tahun 1394 oleh dinasti Joseon. Namun Istana pernah dihancurkan oleh oleh invasi jepang dan dibangun kembali. Istana ini  dikenal sebagai The Northern palace karena lokasinya terletak paling utara dari istana-istana lainnya. Istana ini juga yang paling besar dibandingkan palace-palace lainnya di Seoul (total ada 5 palace utama). Juga sekaligus yang paling terkenal karena dekat dengan objek wisata lainnya seperti Gwanghwamun Gate dan Buchon Hanok Village. National Folk Museum of Korea juga bagian dari komplek palace ini.

gyeongmaps

Selain itu, Gyeongbokgung Palace ini digunakan sebagai  tempat syuting berbagai drama historis Korea yang hits antara lain seperti Rooftop Prince, The Moon Embracing The Sun, dan Queen In Hyun’s Man. Maka tak heran tempat ini menjadi salah satu destinasi yang wajib anda kunjungi di Seoul.

Cara ke sini :

  • Dengan subway, anda bisa turun di Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3) dan exit 5, atau turun di Anguk Station (Seoul Subway Line 3) dan exit 1.
  • Dengan Bus, pilih bis dengan nomor 1020, 7025, 109, 171, 172, 601, atau 606 lalu turun di halte bis Gyeongbokgung Palace.
  • kalau kami karena dari hanboknam store, ya jalan kaki, sudah dekat hehe

Jam Buka (berbeda setiap musim, HARI SELASA LIBUR/tidak buka) :

  • Janunary-February 09:00-17:00 (last admission 16:00)
  • March-May 09:00-18:00 (last admission 17:00)
  • June-August 09:00-18:30 (last admission 17:30)
  • September-October 09:00-18:00 (last admission 17:00)
  • November-December 09:00-17:00 (last admission 14:00)

Tiket Masuk :

  • Adults (ages 19-64): 3,000 won / Groups (10 people or more): 2,400 won
  • Children (ages 7-18): 1,500 won / Groups (10 people or more): 1,200 won
  • Gratis masuk untuk usia di bawah 6 tahun, orang tua di atas 65tahun dan orang yang menggunakan hanbok (so kami gratis masuknya).

Informasi lebih detail bisa anda cek di web visit korea

yuditika hanbok gyeongbokgung 25

Kami masuk ke dalam komplek melewati pintu samping (National Folk Museum of Korea). Di sini kami masuk ke dalam komplek museum ini dulu. Pertama masuk, pemandangan yang menyergap kami sangat indah, ada kuil dengan background pegunungan (bukhasan), dan tiga orang gadis yang sedang berjalan memakai hanbok. Wah keren banget pokoknya suasana dan ambience-nya.

yuditika hanbok gyeongbokgung 26
masuk ke dalam komplek Gyeongbokgung Palace – National Folk Museum of Korea

Masuk ke dalam, eits langsung dapat objek foto yang ciamik.Sebuah gedung tradisional khas korea dengan warna merah darah, sangat kontras dengan warna hanbok kami. Well jadinya sesi foto couple kami yang pertama. Cantik khan? Seperti Post-wedding foto ala-ala.

yuditika hanbok gyeongbokgung 27

Masuk ke dalam lagi, foto di depan gedung utama museum tidak kalah keren, dengan warna dasar putih menyala di siang hari.

Setelah itu kami masuk ke area gyeongbokgung palace. Di sini konon ada 330 gedung. Jadi bisa dibayangkan betapa luasnya komplek istana ini. Well, tentu gak semua gedung bisa kita kunjungi.

Ini Salah satu komplek menarik yang penuh dengan warna. Namun saya lupa nama gedung ini.

Menemukan dinding lebar yang cantik seperti ini, menambah kesan dramatis saat difoto

Setelah itu, kami menemukan gedung yang tidak kalah cantiknya. Kali ini didepan gedungnya ada kolam yang besar sekali. Saya segera menegakkan tripod kembali dan mengambil sejumlah foto.  Cekidot.

Keren kan hehe. Setelah berfoto-foto dan melihat beberapa gedung, sang istri kelelahan sangat. Maka kita segera mencari tempat untuk beristirahat dan makan sejenak. Kebetulan setelah gedung ini, tidak jauh dari sana, ada cafe. Pilihan gak banyak sih mau gak mau mampir di sana hehe. Cafe ini sekaligus toko souvenirnya.

Setelah kenyang dan dahaga terpuaskan hehe. Kami melanjutkan perjalanan sesi foto-foto ke gedung utama dan menuju pintu gerbang utama yang legendaris – gwanghwamun. Namun sebelum kesana, eh ketemu lagi spot cantik untuk berfoto. take dulu ah.

Nah finally kita sudah di gedung utama-nya. Di sini sudah ramai orang-orang dengan kostum hanbok berfoto ria.

Kita sempat mencoba melihat ke dalam ruangan di dalam Istana Raja dan mungkin juga ini adalah ruang pertemuan utama. walau tidak bisa banyak mengambil foto karena dilarang masuk. Seluruh langit ruangan dipenuhi dengan ukiran2 motif berwarna-warni.

Setelah itu saatnya giliran kita juga berfoto ria di sini hehe.

Kompleks Istana utama ini didirikan berlapis-lapis. Kami melanjutkan menuju ke area luar lapis pertama ini. Ternyata pemandangan jauh lebih megah dengan lapangan yang lebih luas lagi.

Lalu kami berjalan sampai keluar pintu gerbang utama alias Gwanghwamun Gate.

Oke, berakhirlah kunjungan kami ke Gyeongbokgung, selanjut kami berjalan menuju Buchon Hanok Village.

BUCHON HANOK VILLAGE

Kampung Hanok Bukchon (북촌 한옥마을) adalah sebuah kampung rumah tradisional Korea (hanok) di tengah Seoul. Bukchon bermakna Kampung Utara dikarenakan berlokasi di sebelah utara sungai Cheonggyecheon dan Jongno. Perkampungan ini sejarahnya merupakan permukiman dan tempat tinggal para pejabat dan anggota keluarga kerajaan Dinasti Joseon. Letaknya pun berada di antara Istana Gyeongbok dan Istana Changdeok.

Buchon Hanok Village
Istana Gyeongbok di sebelah kiri, dan buchon di sebelah kanan (titik merah)

Daerah ini memiliki lorong-lorong yang sempit dan menampilkan suasana kota Seoul pada masa lalu. Rumah-rumah di kampung ini masih terpelihara dengan baik, dan beberapa di antaranya sudah menjadi cafe, restoran atau penginapan homestay bagi yang ingin merasakan pengalaman kehidupan tradisional Korea.

yuditika hanbok gyeongbokgung 92untuk bisa ke sana, kita kembali ke arah persimpangan e-mart seperti di atas ini, dan kali ini kita berjalan ke arah sebaliknya. Oh ya di persimpangan ini juga ada Seoul Education Museum. Mungkin bisa juga mampir di sini.

yuditika hanbok gyeongbokgung 91
Seoul Education Museum, Buchon Area.

Di sepanjang jalan, melirik ke kiri dan ke kanan, ada beberapa gang yang memiliki rumah tradisional. Kami menemukan setelah Sevel, ada sebuah gang yang kita pilih untuk dimasuki.

Cantik2 kan rumahnya? seolah2 kembali ke jaman Dinasi Joseon. Apalagi kita mengambil foto dengan menggunakan hanbok. Rasanya semakin pas dan cocok.

Well karena hari sudah sore, kami menyudahi sesi foto2 di sini. Kami kembali ke Hanboknam Store, untuk mengembalikan hanbok sewaan.

Buat rekan2 yang ingin melewatkan harinya di Seoul dengan memakai hanbok dan jalan2 di istana dan kampung buchon, silahkan ke hanboknam gyeongbokgung ini. very recommended.

DINNER TONKATSU DI JONGNO

Setelah mengembalikan hanbok, kami pulang kembali ke hotel di Insadong, namun karena waktu sudah pukul 5 sore, kami memutuskan makan (early dinner) di salah satu restoran di dekat lagi persimpangan e-Mart tadi.

yuditika anguk-insadong26
red jacket helper – seoul tourism

Oh iya di persimpangan yang sama, tidak sengaja kami bertemu tourist helper dengan red jacketnya bertulisan ‘ⓘ’ = “information”. Mereka adalah anak-anak muda yang bertugas dari dinas pariwisata korea untuk membantu turis dalam mencari alamat atraksi dan sebagainya. Kenapa ada mereka? karena gak semua orang korea bisa berbahasa inggris dan mereka definitely fluently in english and bisa membantu kita2.

Ok back to the restorannya. Restoran yang kami kunjungi kali ini buku menunya ada di dalam album foto kecil. Aneh ya hehe. Dan Menu utamanya adalah Fried Pork Cutlet (semacam katsu goreng daging babi atau dikenal dengan TONKATSU). Wauh porky yes yes.

Selain menu utama pork cutlet, mereka juga menyajikan semacam sup seafood. Hmm daripada bingung kita coba dua2-nya. Untuk harganya, pork cutletnya 8000 won dan spicy hand-pulled dough soup with seafoodnya 11000 won.Minum air putih dingin as usual free flow and no charge hehe.

yuditika anguk-insadong22
Pork Cutlet

Review Pork Cutlet-nya rasa dagingnya lembut dan juicy. Disajikan dengan side dishes-nya saus katsu, nasi dan sayur kol wkwk. Ini jadinya makan daging anjing pake sayur kol, tapi babi haha. Oh ya ada taburan crispy di atasnya. enak deh.

yuditika anguk-insadong19
spicy hand pulled dough soup with seafood

Review Sup Seafoodnya, hmm, pertama saya gak paham kenapa diberi nama “hand pulled dough” alias adonan adukan tangan wkwk…kesannya jadi gimana gitu. Tapi soal rasa makyuss..lezat. Temen saya belakangan info kalo istilah hand pulled dough itu namanya sujebi dalam hangul. Bicara soal ingredients-nya wauh super lengkap dan segar, hampir semua item seafood ada di sini, ada udang, kepiting, gurita, ikan dan kerang. Disajikan dengan kuas merah pedas, bener2 bikin hangat.

Disajikan dengan side dishesnya kimchi dan lobak kuning

yuditika anguk-insadong18
Makan tonkatsu dan spicy soup with seafood di jongno
yuditika anguk-insadong17
Tampak depan restorannya. posisi persis di seberang e-mart persimpangan. Mampir ya!

Jalan-jalan malam hari kembali ke Insadong.

Nah sesudah kenyang, kita jalan kaki kembali ke Insadong. Suasana malam hari tidak kalah cantiknya dengan siang hari. Di kiri kanan jalan banyak restoran yang buka. Oh ya, pas jalan-jalan ini baru tahu namanya Hanok Gil alias Jalan Hanok hehe.

NGETEH CANTIK DI INSADONG

yuditika anguk-insadong10
Insadong gak kalah cantik di malam hari loh dengan lampion2 warna bendera korea.

Sesampai di Insadong, hari baru pukul 7malam, kayakna gak seru kalo langsung balik ke hotel. Kami pun berencana bersantai di salah satu cafe di Insadong. Pandangan mata saya jatuh pada Tea House yang sudah saya incar dari hari pertama di Insadong, namun belum sempat dikunjungi yakni Osulloc Tea House.

yuditika anguk-insadong08

Masuk ke dalam, di lantai pertama ini adalah toko tea premium. Osulloc tea house ini menjual berbagai macam teh khas dari pulau Jeju. Kami pun berkeliling sambil membeli oleh2 untuk rekan dan teman di Indo. Orang Indo gak sah jalan2 kalo gak bawa oleh2 hehe.

Koleksi tea-nya beragam dengan tema yang berbeda2…saya jadi iri, indonesia yang kekayaan teh nya lebih beragam harusnya bisa dikemas dengan menarik seperti ini.

yuditika anguk-insadong06
Osulloc Tea House Seoul Korea
yuditika anguk-insadong03
Osulloc Tea House Seoul Korea

Setelah selesai membeli bubuk teh matcha dan teh lainnya, kami pun naik ke lantai atas untuk mencoba suasana kafenya. Pesannya tetep di counter bawah ya. Karena mau sekalian dessert, kami memesan menu tea matcha frappe dan match strawberry frappe. Well, untuk ukuran harganya harus diakui cukup premium ya. harga tidak jauh beda dengan makan malam tadi, padahal ini cuma minuman haha. kisaran 8000-10000 won per drink.

yuditika anguk-insadong02
Menu signature yang ditawarkan oleh pelayannnya strawberry matcha dan matcha frappe
yuditika anguk-insadong01
foto dari lantai 2 osulloc tea house, dengan background insadong

Rasanya? Wow matcha-nya bener2 beda banget. manisnya pas di lidah. Sedangkan yang strawberry sedikit asam khas berry uenaak lah. Memang harga gak bohong, kualitas drinknya worthed.

Well sekian petualangan hari ini. See you in next day. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.