Perjalanan singkat ke Ho Chi Minh City, Vietnam

Haloha, jumpa lagi dengan saya, setelah sudah sebulan lebih tidak nulis. Karena terhitung 3 bulan dari babymoon tempo hari lalu ke Korea, akhirnya si buah hati yang masih di dalam perut lahir dengan selamat ke dunia. Thank you buat doanya semua. Berikutnya ke depan saya akan nulis hal-hal seputar “parenting”. Wah bakal seru nih topiknya buat pasangan muda, parenting yes, travelling sure, travelling with parenting absolutely challenging and interesting!! ya gak?

Nah beberapa hari setelah lahiran, saya dapat tugas untuk biztrip ke Ho Chi Minh, Vietnam Selama 3-4hari. Mau gak mau ya harus berangkat ninggalin debay dan istri :(. So Sebelum nulis soal parenting, saya mau berbagi story dulu mengenai travelling di Ho Chi Minh City.

Sekilas tentang Ho Chi Minh City.

yudi goes to vietnam04
Pemandangan HCMC Hall dari jauh (reverie saigon)

Ho Chi Minh City adalah Kota terbesar di Vietnam, dan dulunya juga ibukota Negara Vietnam sebelum digantikan Hanoi. Sebelumnya nama kota ini Saigon, kemudian diganti menjadi menjadi Ho Chi Minh yang diambil dari nama bapak bangsa Vietnam. kota ini merupakan kota tua yang menjadi destinasi utama liburan ke Vietnam selain Hanoi.

Ho Chi Minh City (HCMC) juga merupakan pusat perekonomian dan bisnis di Vietnam. Tidak heran bila mayoritas penerbangan internasional adalah justru menuju ke Ho Chi Minh ketimbang menuju Hanoi. Bandar Udara Internasional-nya bernama Tân Sơn Nhất(SGN).

Sebagai kota tua, Ho Chi Minh memiliki banyak bangunan kuno dan bersejarah yang merupakan bekas peninggalan perang zaman dahulu. Ya, Vietnam pernah dijajah Perancis pada abad ke-19 dan pernah terbelah menjadi Vietnam Utara (Komunis) dan Vietnam Selatan(SEATO). Ya mirip-mirip suasana kota tua – glodok pancoran lah di Jakarta hehe.

Hal yang menarik kenapa harus ke Vietnam?

Bagi turis Indonesia, gak seru kalo gak wisata belanja. Kalo Bangkok, thailand menjadi populer di mata wisatawan Indonesia karena dianggap murah untuk belanja terutama fashion, nah apalagi Vietnam hehe. Kenapa? karena nilai tukar mata uang vietnam yakni Vietnam Dong lebih kecil dari Rupiah Indonesia. Wauh jarang2 kan menemukan negara yang konversi rate-nya di bawah kita.

gk heran destinasi Ho Chi Minh City (HCMC) ini mulai terkenal di Indonesia, sebagai alternative destinasi baru di ASEAN selain Bangkok, KL, dan Singapura.

TIPS PENTING

Tips menukar uang

Vietnames-Dong-500-000-to-10-000
Pecahan Vietnam Dong (VND)

Rate 1 IDR = 1.66 VND. Berarti rupiah kita 66% lebih besar dari VND. Sehingga bilang uang kita 30 ribu rupiah sama dengan kira2 50 ribu di sana. So kebayang donk murahnya hehe. Well tapi untuk mendapatkan rate yang bagus, tukarkan uang rupiah anda dengan dollar terlebih dahulu di Indo, dan nanti sesampai di Vietnam barulah ditukar dengan VND.

Selain dollar, Ringgit Malaysia juga mendapatkan rate yang bagus di sana. Hal ini disebabkan banyaknya turis Malaysia yang mengunjungi Vietnam, bahkan saya menemukan 1 kawasan khusus turis malaysia di HCMC wauh hehe.

Komunikasi & Internet

Untuk pilihan operator lokal, ada banyak pilihan seperti Viettel, Vinaphone, maupun Mobifone dengan pilihan paket internet dan menelepon yang beragam. Anda bisa membeli kartu sim lokal ini di bandara sewaktu tiba di sana. Namun selain sim lokal, bisa juga tetap menggunakan sim card yang ada, karena paket roaming sekarang sudah cukup kompetitif dan beragam paketnya sesuai kebutuhan. Misalkan Indosat untuk 3 hari unlimited hanya 250ribu rupiah (Asia&Australia). Contoh lainnya Telkomsel untuk 7 hari 2,5 GB juga hanya 250ribu rupiah (Asia&Australia). Dengan menggunakan paket roaming dari sim card kita sendiri, tidak perlu repot2 menukar/menambah sim card lokal di handphone kita.

Transportasi dari Bandara dan selama di sana

Posisi Bandara ini letaknya tidak jauh dari pusat kota Ho Chi Minh, hanya sekitar 7 km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

  1. Bus adalah moda transportasi yang menjadi pilihan utama di sini. Untuk turis dari bandara biasanya mengambil bus nomor 152, bus ini akan melewati beberapa jalan besar utama di tengah kota di distrik 1, seperti Duong Pham Ngu Lao. Pilihan lain dengan harga lebih mahal dan nyaman yaitu bus nomor 109 dan 49. Untuk membantu anda mengenali rute bus, anda bisa mendownload aplikasi lokal BUSMAP
    • Bus 152 warnaa hijau harga ticketnya 10.000 VND
    • Bus 109 warna kuning harga ticketnya 20.000 VND
    • Bus 49 warna kuning harga ticketnya 40.000 VND
    • Informasi lebih lanjut mengenai bus bandara bisa check di sini.
  2. Pilihan yang lebih cepat adalah taksi. Menggunakan taksi dari bandara ke Distrik 1, biayanya sekitar VND 150.000. Dianjurkan untuk memilih taksi yang berargo dan sudah terpercaya untuk turis seperti Mailinh dan Vinasun
  3. Pilihan berikutnya, sekarang zaman online dan di Vietnam, sama seperti negara kita, juga sudah ada namanya Grab dan Go-Viet di sana. Dimana Go-Viet adalah anak perusahaan dari Indonesia yakni Gojek yang pastinya anda semua sudah kenal. So gak perlu pusing keliling vietnam, banyak ;pilihan transportasi ya.

Kuliner Wajib

Singkatnya, makanan yang wajib dicoba selama di vietnam adalah :

yudi goes to vietnam05
Pho
  1. Pho (dibaca Fu), adalah makanan nasional signature-nya Vietnam yaitu mie dari tepung beras yang disajikan dengan kuah kaldu sapi dan irisan daging sapi tipis, kecambah dan daun mint
  2. Vietnamese Spring roll/Gỏi cuốn, ini adalah lumpia-nya Vietnam, ya mirip2 dengan lumpia kita juga, dengan ukuran yang lebih kecil
  3. Kopi Vietnam, gak perlu dijelasin lagi ya, semua orang sudah familiar dengan vietnamese coffee, jangan lewatkan mencicipi kopi lokal ini, contoh salah satu cafe lokal yang terkenal Trung Nguyen.

    yudi goes to vietnam45
    Coffee Shop Lokal terkenal : Trung Nguyen

Selain 3 yang wajib ini tentunya masih banyak kuliner lainnya, seperti Rujak, Banh Mi (Roti isi sayur/daging), Banh Xeo (Pancake isi sayur/daging), dsbnya.

Oleh-oleh Wajib

Singkatnya, oleh-oleh yang terkenal dari vietnam adalah :

  1. Bakpia Duren, mirip bakpia kita di Indonesia, cuman pilihan isinya hanya duren. Rasanya enak dan ada yang dicampur dengan telur asin. Menurut saya ini buah tangan yang paling penting untuk dibawa pulang.
  2. Kopi Vietnam, lagi2 kopi hehe, anda bisa membawa pulang model sachet-an atau bubuk. Ada banyak pilihan merk dan jenis. Yang terkenal salah satunya Trung Nguyen lagi hehe.
  3. Bila Jepang punya kimono, Korea punya Hanbok dan Indonesia punya kebaya, nah Vietnam Ao Dai yakni Baju Dress wanita tradisional khas Vietnam. Bila anda membeli untuk istri/pacar, sebaiknya orang-nya beneran ikut saja memilih dan mencoba takut gak muat hehe. karena karakter bajuny yang fit body, jadi biar sesuai ukurannya. Beda dengan Kimono/Hanbok yang ukurannya memang besar dna gombrong.

Muslim Traveller :

Khusus untuk muslim traveller,  anda tentu ingin mencari area yang strategis, nyaman untuk tinggal dan mencari halal food. Nah ada satu jalan yang cocok yang letaknya persis di seberang ben thanh market. Nama jalan ini Malaysian Street, saking banyaknya turis malaysia muslim yang menginap di sini. Sehingga lambat laun, semua restoran yang ada disanapun menawarkan makanan halal, dan mayoritas yang membuka usaha di sana, baik pegawai maupun pemilik bisa bercakap malayu hehe.

Itinerary :

Walaupun saya menginap 4 hari 3 malam di HCMC, namun itinerary saya memang tidak maksimal. Ya kepotong 2 hari full kerja di hotel (seminar). Namanya juga  biztrip, first priority tentu kerjaan hehe.

  • Day 01/02 Hotel Reverie-Saigon, kawasan Nguyen Hue dan City Hall malam hari
  • Day 03 Lari Pagi di kawan Nguyen Hue, City Hall, Saigon Central Post Office, Notre Dame Cathedral, Saigon Skydeck (Avengers Tower), Ben Thanh Market, Trần Hưng Đạo Statue
  • Day 04, Pulang ke Bandara

Ok, saya bahas langsung saja ya semua spot wisata yang saya kunjungi di artikel berikutnya ya. stay tune.

 

UNIQUE FACT ABOUT VIETNAM :

Jangan heran pas jalan-jalan di area distrik 1, anda akan menemukan beberapa ruko dengan tingginya yang tidak umum seperti di Indonesia. Bila Ruko tempat usaha di Indo, rata 2-3-4 lantai. Sedangkan di Vietnam bisa sampai 10 LANTAI!! Waauh. bentuknya jadi ane memanjang ke atas, karena lebarnya kecil-kecil.

Ternyata informasi yang saya dapatkan dari temen, ruko2 ketimbang dibangun melebar, untuk mengakali kebutuhan space, mereka lebih memilih sengaja bangun lantai banyak hingga tinggi sekali, karena pajaknya lebih tinggi berdasarkan lebar gedung. Menarik ya. Coba dipraktekan di Indonesia, terutama Jakarta, mungkin kita bisa berhemat lahan hehehe.

yudi goes to vietnam46
Ruko di Vietnam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.