Cara Bayar Tilang tanpa calo, murah dan cepat terbaru 2019

Kena tilang selalu jadi hal yang paling kita hindari. Kebayang cape ngurusnya, ngantrinya lama berjam-jam dan keluar biaya yang cukup besar. Apalagi kalo lagi hari tua hehe. Berbekal pengalaman saya yang cukup beruntung (beruntung apa gak ini ya hehe) sering kena tilang selama di Jakarta, saya akan sharing cara bayar tilang tanpa calo,murah dan cepat dan juga LEGAL.

slip-merah-dan-biru-saat-tilang
Surat Tilang Biru dan Merah, gambar dari : tribunnews

Konon, resminya ada dua jenis surat tilang yakni :

  1. Surat Tilang Biru
    Artinya kita mengaku bersalah telah melanggar melanggar peraturan lalu lintas. Kita akan membayar uang titipan denda melalui bank yang ditunjuk (BRI). Besar denda yang dibayarkan adalah denda maksimum sesuai pasal yang kita langgar. Sesudah membayar, kita bisa langsung menebus/mengambil SIM/STNK kita di Polda/Polsek yang diinformasikan di surat tilang oleh Polisi. Tidak harus menunggu sampai 2 minggu, 1hari begitu ditilang, kalo sudah membayar di BRI, hari itu juga atau besoknya sudah bisa mengambilnya.
  2. Surat Tilang Merah
    Artinya kita menolak bahwa kita melanggar peraturan lalu lintas. Kita harus menunggu dan mengikuti sidang yang dijadwalkan (biasanya berjarak 2minggu dan di hari jumat minggu kedua) dan nominal dendanya minimal (kebalikan dari maksimal). Pengambilan SIM/STNK kita langsung di pengadilan tersebut saat membayar.

Tapi itu dulu, nyatanya sekarang uda jarang atau bahkan tidak ada lagi sepengetahuan saya penggunaan surat tilang merah. Mayoritas polisi akan memberikan SURAT TILANG WARNA BIRU. Namun bukan berarti pilihan bagi anda adalah HANYA membayar denda maksimal. Walau tidak harus menunggu lama untuk menebus SIM/STNK kita, membayar denda maksimal tetaplah sangat menyakitkan jiwa dan raga hehehe.

Banyak yang kadang lupa atau tidak memperhatikan di surat tilang biru, opsi untuk pengadilan itu tetap tersedia, dan dijadwalkan di jumat minggu kedua setelah kasus. Artinya kalo anda memang tidak terburu-buru mau tebus tilangan ya, anda tetap bisa menebusnya nanti dengan denda minimal, tidak lantas harus maksimal.

Nah tapi banyak pengalaman rekan2 yang memilih menebus denda maksimal, karena sudah pernah merasakan sakitnya ngantri di sidang ‘Jumat Keramat’. Yang ngantri bisa ribuan orang dari pagi. Datang telat siang sedikit aja, nomor antrian sudah batch ke2 yaitu 500-1000. Atau kalo apes, dapatnya batch ke-3 1001-1500. Belum lagi kepotong istirahat Jumatan. (sidangnya gada sih bro, langsung bayar, tapi ngantrinya itu loh hehe).

Jadi bagaimana donk supaya bisa tebus denda minimal, tapi ngantrinya cepat, gak pake ribet? Biasanya ujung2nya orang suka ambil jalan pintas :

  1. DAMAI! Ya kalo bisa dari awal, jangan sampe ditilang dan SIM/STNK kita disandera. Jadinya milih damai sama pak pol. tapi ya gak semua pak pol mau damai, dan sebagai WNI yang baik, ya hendaknya kita mending nyumbang uangnya ke negaralah. Sekedar info Tilang itu masuk ke Pendapatan Negara Bukan Pajak ( PNBP).
  2. CALO! Okelah kena tilang, bayar denda maksimal ogah, pas sidang bayar calo aja. Yah berarti mengeluarkan ongkos lebih walau masih di bawah denda maksimal. Tapi Sayang duitnya oom buat nyumbang ke calo2. Apalagi sekarang program pemerintah/polisi untuk membasmi calo ya kudu kita dukung donk oce-oce hehe.

So, tips-nya apa nih supaya bisa ngurus tilang tanpa damai dan calo, legal tapi cepat dan denda minimal? hehe ini yang dicari2 selama ini kan. Nah ini dia tipsnya. Cekidot gan! 🙂

TIPS MEMBAYAR TILANG MURAH DAN CEPAT DAN LEGAL :

  1. Begitu kena tilang, perhatikan nomor surat tilang dan tanggal jadwal sidangnya (biasa hari jumat minggu kedua). Kemudian begitu tiba hari jumatnya itu, cek status tilangan anda dan berapa biaya  untuk tebusnya di website yang tersedia. Secara umum anda bisa cek di etilang.info . Selain itu untuk wilayah Jakarta, anda search aja di internet, contohnya saya di jakarta selatan, saya tinggal ketik di google cek tilang online jakarta selatan, maka website tilang pengadilan negeri jakarta selatan langsung muncul. Anda tinggal memasukkan jadwal sidang, no surat tilang atau no plat kendaraan bermotor anda. (Beda PN, beda website)
  2. Jangan datang ke Kantor Pengadilan Negeri-nya tapi langsung ke Kantor Kejaksaan negeri. Biasanya di surat tilang, masih tertulis untuk hadir datang di kantor Pengadilan Negeri. Awalnya memang tujuannya untuk orang2 mengecek pengumuman nomor tilangan dan biaya dendanya berapa di sana. Padahal semenjak ada website untuk cek tilang, anda cukup cek secara online. Kalau tidak ujung2nya jadi 2 kali kerja kalo anda masih ke pengadilan terus ke kejaksaan lagi.
  3. Kalo mayoritas orang datang sesuai waktunya pada hari Jumat yang dimaksud. Saya justru sarankan JANGAN DATANG HARI JUMAT!! RAMAI SEKALEEE..! Banyak yang tidak paham, kalo jadwal sidang hari Jumat itu artinya adalah batas awal hari pertama dimulai untuk penebusan tilang. Anda memang tidak bisa datang sebelum hari sidangnya, tapi anda bisa datang pada hari H-nya dan HARI SESUDAHNYA. Nah ini kuncinya, datanglah pada hari senin/selasa berikutnya, atau selama 1 minggu sesudah hari Jumat yang dimaksud. Tapi jangan datang hari jumat minggu depannya lagi, ya sama aja jadinya anda akan menghadapi antrian yang maha-ramai. Pokoknya hindari hari Jumat Keramat.
  4. Bawa uang secukupnya sesuai informasi dari website. Supaya tidak ngantri ulang lagi, jika uang tidak cukup. Jangan khawatir, biasanya di Kejaksaan Negeri tersedia ATM kok.

Pengalaman terakhir – Kejaksaan Negeri Jak-Sel

bayar tilang 2019
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Pengalaman saya terakhir kali, saya harusnya datang jadwal sidang hari Jumat tgl 16 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun saya menundanya, dan datang pada hari selasa minggu kemudian, pada tanggal 22 Agustus 2019. Loket untuk mengambil nomor antrian buka dari jam 8 pagi sampai jam 11.30 siang. Saya usahakan datang seawal mungkin, saya tiba sekitar jam 9 pagi.

Tahapan proses pengambilannya :

  1. Ambil nomor antrian di loket nomor antrian, informasikan saja sekilas kalo punya anda itu tilang terlambat tebus, harusnya jumat minggu lalu. petugas akan mengecek dan memberikan nomor antrian
  2. Dapat nomor antrian, tunggu dengan sabar sampai dipanggil di depan loket pembayaran. Akan diumumkan petugas di loket nomor berapa. Pasang kuping baik-baik hehe.
  3. Dipanggil, datang ke loket, bayar sesuai nominal dari website. petugas juga akan menyebutkan nominal yang sama. Bila berbeda komplain, tapi kalo lebih murah, ya terima ajaa hehehe.
  4. Ambil SIM/STNK yang ditahan, terus pulang deh.

Nah nomor Antrian saya hanya berjarak kurang dari 20 orang dengan nomor antrian yang sedang dilayani di loket pembayaran tilang. Suasana pagi itu sepi, orang-orang berseliweran hanya sekitar 30-an orang.

Sangat kontras dibandingkan pengalaman saya mengambil pada hari Jumat, pengalaman dulu pernah dapat antrian sudah batch ke-2 501-1000 orang (nomornya diulang dari angka 1 lagi), dapetnya angka 400an lagi gile bangets (artinya anda itu urutan 900an sebenarnya kalo digabung dri batch1). Suasana uda kayak pasar kaget, desak-desakan gak jelas. Ngantri sampe jam sholat, makan siang, balik lagi ngantri.

Belum lagi kadang ada orang yang saking ramenya gak tahan trus ninggalin antrian, makan, ngaso dulu, tapi baliknya kelamaan. Ujung2nya kelewatan, ngambil nomor antrian baru, sedih kita liatnya wkwk, mukanya pucet pasrah:(. Praktis orang2 waktunya terbuang banyak hari jumat itu. Brrr, makanya ogah banget deh, ngambil persis pada hari Jumat keramatnya.

Setelah menunggu gak sampai 15menit, nomor antrian saya dipanggil ke loket, dan saya membayar waktu itu 100ribu rupiah. Yang ditahan kali ini SIM C, untuk pelanggaran sepeda motor, mutar balik tidak pada tempatnya hehe. Murah dibandingkan denda maksimal yang bisa 250ribu atau 500ribu.

Praktis waktu yang saya habiskan mulai dari datang ke lokasi, parkirin motor, ke loket ambil nomor antrian, nunggu, ke loket bayar tilang, sekali ke toilet, trus balik parkiran hanya 30 menit aja. kan murah dan cepet hehe. Kalo dulu hri Jumat gimana gan? wedew jangan tanya bisa 3-4jam. Itupun gue tinggal, masih ada yang bakal nunggu sampe jem 4-5 sore (geng batch 3) haha.

Jadi ingat tipsnya ya, cek ke website, datang langsung ke Kejaksaan, tapi tunda ke hari senin/selasa minggu depannya. Dijamin anda gak perlu stress ngantri dan pulang dengan santai.

Question & Answer :

  • Pernah nebus tilang biru denda maksimal gak gan? katanya bisa dapet cashback.
    1. Pernah, dan betul memang bisa dapat cashback. saya pernah bawa mobil di jalan protokol Sudirman kena tilang tahan STNK dan masuk ke wilayah jakarta pusat. Saya kena 2 pasal , 1 pasalnya melanggar ganjil genap 500 ribu dan 1 lagi tidak bawa SIM A 250ribu. Dapat surat tilang biru, saya tebus denda maksimalnya 750 ribu via ATM BRI (BRIVA) 😦 hiks hiks.
    2. Nantinya Saya bisa membawa Bukti transfer beserta surat tilang untuk ditukarkan langsung di Polda Metro Jaya. Polisinya bilang kapan saja bisa diambil mulai dari sore hari itu, besok dan seterusnya sampe sebelum hari persidangan Jumat.
    3. Namun, saya baru sempet main ke Polda-nya sudah minggu ke-dua  (beberapa hari sebelum sidang), saya samperin ke sana, ubek2 gak nemu dokumen tilang saya, dan dianjurkan ke pengadilan saja. Kayaknya dokumen uda dilimpahkan ke sana. Ya apes, berharap sim uda di tangan, tapi apa mau dikata, dokumennya gada.
    4. Akhirnya datang ke Kejaksaan Negeri Jak-Ut pada hari Jumat Keramat (waktu itu masih cupu, jadi datangnya konservatif di hari jumat), ngantri bulak balik, sampe lewat jumatan, jem-1an baru berhasil nebus STNK. Eh bener donk ternyata dendanya totalnya jauh lebih murah hanya 125 ribu saja. Bersyukur juga tertunda sampe hari jadwal persidangan ada hikmahnya bisa berhemat 625ribu rupiah. Lumayan hehe.
    5. Namun, bukannya enak juga loh, ternyata cashback-nya bukan dikasikan di loket tersebut. Jadi prosesnya kita dapat surat pengantar untuk pengambilan cashback 625ribu. Tapi nanti mengambilnya di kantor kas BRI yang sudah ditunjuk. Waktu itu saya dirujuk kalo gak salah ke salemba. Waktu itu uda mau deket jam tutup kas jem2an. So buru2 deh saya ngacir ke sana.
    6. Kesimpulannya prosesnya ribet, karena anda terlanjur sudah bayar denda maksimal lewat bank, terus tetep datang lagi ke PN, dan pulang dari PN, anda balik lagi ke bank. Bulak balik, abis2in waktu di jalan. Mendingan gak usah bayar sekalian, sampe hari-H nya, anda datang tinggal bayar denda minimal yang sesungguhnya, tanpa cape2 ngurus cashback ke bank.
    7. Jadi saran saya, kecuali anda ikhlas bayar denda maksimal tanpa mengharap cashback, jangan tempuh cara ini oke hehe
  • Pas di pengadilan negeri hari itu masih ketemu calo gak?
    1. Ketemu donk, calo mungkin worthit kalo anda ngambilnya pas hari Jumat Keramat, anda males nunggu di depan loket, mau ongkang2 kaki di warkop, ya coba aja pake calo. Gampang kok ketemu mereka, pada duduk2/berdiri di parkiran. Pasti salah satu dari mereka bakal hampirin anda di parkiran atau sebelum masuk gerbang PN. Tapi tentunya anda harus siap membayar dobel untuk jasa mereka.
    2. Nah kalo saya kan sudah menghindari Jumat keramat dengan datang di hari selasa. Ada juga donk calo yang menghampiri saya dengan bilang mau dibantu gak, alasannya ramai loh ngantrinya bla-bla, namun saya cuekin aja. buat apa? Lah saya kan uda tahu sepi. Gada gunanya juga dibantu dia. toh dalam waktu kurang dari 30menit saya uda kembali ke parkiran. calo-nya mesem2 aja liat saya haha, ya dia kira saya gak tahu kalo uda selasa/rabu ma sepi banget, gada rame2nya. selow aja.
  • Bisa titip orang/kerabat/keluarga?
    • BISA BANGET. Petugas loket pembayaran gada yang ngecek apakah orang yang mengambil sesuai dengan nama pada SIM/STNK. Itu sebabnya juga kenapa calo2 bisa berkeliaran menawarkan jasa mengambil tilangan. Karena memang tidak diwajibkan bagi pemilik surat-nya yang harus mengambil sendiri. Intinya siapapun bisa, cukup membawa surat tilangan asli, tukarkan dengan nomor antrian dan bayar dendanya.
  • Estimasi Biaya Tilangnya ada gak gan? Bagi donk kisi2nya ?
    • Tidak memiliki SIM: Rp1 juta.
    • Tidak membawa SIM: Rp250 ribu.
    • Kendaraan tidak dipasangi plat nomor: Rp500 ribu.
    • Melanggar lampu lalu lintas/Aturan Rambu (ganjil genap, dll): Rp500 ribu.
    • Tidak ada STNK: Rp500 ribu.
    • Tidak mengenakan helm SNI: Rp250 ribu.
    • Tidak menyalakan lampu kendaraan: Rp250 ribu (malam hari) & Rp 100ribu (siang hari).
    • Melanggar batas kecepatan: Rp500 ribu.
    • Kendaraan tidak memenuhi persyaratan layak jalan: Rp500 ribu.
    • Kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis: Rp500 ribu.
    • Tidak memberi lampu isyarat saat berbelok arah: Rp250 ribu.
  • Bagusnya hari apa sih gan? Senin-Selasa-Rabu-Kamis?
    • Sebenarnya mostly 90% orang pasti datangnya pada hari Jumat Keramat sesuai tanggal sidang di surat tilang. Namun saking ramainya, hingga sore hari biasanya masih banyak yang belum dapat giliran menebus SIM/STNK-nya. Biasanya petugas loketnya di sore hari itu akan menganjurkan semua yang belum dapat giliran untuk kembali datang di hari Senin berikutnya.
    • Nah otomatis masih ada limpahan orang2 dari Hari Jumat sebelumnya yang akan datang hari Senin. Maka biasanya hari Senin masih lumayan ramai. Mungkin 100-200 orang masih akan datang beramai-ramai.
    • Sebaiknya kalo mau bener2 sepi, DATANGLAH DI HARI SELASA/RABU/KAMIS, karena biasanya yang datang di 3hari berikutnya ini, benar2 tipe orang yang sibuk dan telat (atau sengaja telat) tidak bisa datang di Jumat, maupun Seninnya lagi.
bayar tilang 2019 i
Mural Tilang di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Sekian semoga tips ini bermanfaat untuk para bikers dan drivers setanah air.

Gak perlu lagi horror bila kena tilang. Santai aja nebusnya hehe.

Salam Satu Aspal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.