Home Indonesia TripSekitar Pulau Jawabanten Tanjung Lesung dan Mongolian Culture Center

Tanjung Lesung dan Mongolian Culture Center

by yudistira.arsie
0 comment

Selamat Pagi Tanjung Lesung. Pagi hari ini kami akan menghabiskan waktu dengan menikmati suasana kolam renang hotel.Namun sebelum berenang kita isi perut dulu ya. Untuk menu sarapannya ada beberapa paket. Kita bisa memilih mau western ( telur/sosis/ham/kentang), asian, chinese. Jenis hidangan telur pun bisa dipilih mau orak-arik, telur mata sapi, dadar, scramble egg. Semua paket sudah include jus, roti dan buah.

Kolam Renang Hotel Tanjung Lesung Beach

Setelah selesai breakfast, kami pun berganti pakaian dan nyebur ke kolam renang. Untuk pagi ini suasana kolam renang cukup ramai ya. Banyak anak-anak kecil yang berenang bersama orangtuanya. Ya tapi bila dibandingkan dengan kolam renang di tempat wisata lainnya, tingkat keramaiannya masih kita tolerir untuk liburan di tengah pandemi. Ya memang itu kan tujuannya hehe..liburan di tempat yang tidak terlalu ramai.

Suasana pantai yang indah, pemandangan pantai yang berpasir putih dan kolam renang infinity pool menjadi kombinasi yang menyegarkan mata. Bersantai sambil berjemur pun juga menjadi aktivitas yang menyenangkan setelah berenang. Sering-sering berjemur bagus loh di tengah pandemi corona ini.

Selesai berenang, kami pun bersiap-siap untuk mandi dan berkemas-kemas. Nantinya kami akan mengunjungi Mongolian culture Centre yang kemarin, makan siang dan pulang ke tangerang.

Spot Foto Tanjung Lesung Beach

Sebelum pulang, kami menyempatkan diri sekali lagi untuk berfoto-foto di pantai Tanjung Lesung. Masih ada beberapa pendopo besar di pinggir pantai yang sangat instagrammable untuk spot foto. Bagi anda yang mengunjungi dan menginap disini wajib deh foto di sini. Lihat saja hasil foto-fotonya.

Check out dari Hotel Tanjung Lesung

Selesai berfoto kami pun check out dari Tanjung Lesung. Petugas akan menjemput kami kembali di kamar hotel dengan kendaraan golfnya, dan mengantarkan barang-barang kami sampai ke mobil. Sampai Jumpa Hotel Tanjung Lesung!!

Mongolian Culture Center

Mongolian Culture Center dibangun di atas lahan seluas satu hektar dan didesain langsung oleh arsitek asal Mongolia. Konsepnya sendiri dirancang oleh Duta Besar Mongolia di Indonesia, Madam Battsetseg Shagdar. Begitu pun dengan material yang digunakan dalam pembuatan GER – tenda khas Mongol yang identik dengan kehidupan nomaden. Semua diimpor khusus dari negeri asalnya. Kini, Mongolian Culture Center telah menjadi salah satu tempat wisata di Banten yang ikonik.
Di Mongolian Culture Center ini, kamu bisa menemukan patung Genghis Khan, bapak bangsa mongolia dan menjelajahi Tenda Asli Mongolia (GER). Selain itu juga anda berkesempatan mencoba menggunakan kostum asli Mongolia layaknya orang Mongolia asli, lalu berfoto-foto ria di sana. Sayangnya untuk berfoto, kostumnya ada harga sewanya loh ya seperti di atas.
area panahan mongolian culture center
area panahan mongolian culture center
Dan anda juga bisa mencoba bermain panah-panahan seperti layaknya pemanah profesional. Ya karena memang salah satu budaya bangsa mongolia adalah berburu dengan memanah.

Tenda Asli Mongolia (GER)

Kami tidak sabar mencoba melihat seperti apa sih isinya tenda/rumah khas mongol ini. Setelah disambut oleh petugas kami diantarkan masuk ke dalam tenda. Oh ya sebenarnya ada biaya masuk sebesar 10 ribu per orang. Namun bagi yang menginap di Hotel Tanjung Lesung Beach free untuk entry ke sini. Nah itu salah satu untungnya menginap di Hotel Tanjung lesung Beach Resort hehehehe.

Tendanya besar sekali dan di dalamnya sangat luas, dengan sejumlah furniture tradisional yang konon benar-benar didatangkan langsung dari negara mongolia. Selain meja-meja dan kursi, juga ada sejumlah barang-barang khas seperti kostum tentara, senjata perang, busur dan foto-foto serta lukisan-lukisan. Jadi kayak semacam museum mini budaya mongolia intinya.

Menginap di tenda Mongolia

Ingin merasakan menginap di tenda semacam ini? Menjadi orang mongolia dalam semalam? hehe. Bisa! Ya di MCC (Mongolian Culture Center) ini juga menyediakan beberapa tenda untuk disewakan sebagai penginapan. Kami pun berkesempatan melihat-lihatnya. Di dalam tenda kamar ini sudah tersedia 2 single bed dan fasilitas seperti layaknya kamar hotel. Ada AC stand nya juga. Tapi sayangnya untuk toilet, masih harus keluar ke area toilet umumnya MCC. harganya pun tidak murah. Bisa mencapai 2 juta per malam. Hmm…ya bagi berminat mencoba silahkan saja. Tapi kalau untuk family dengan baby kayaknya sih kurang mendukung ya hehehe.

Sampai Jumpa Tanjung Lesung

Demikianlah petualangan kami di Tanjung Lesung. Kalau boleh memberikan nilai, saya berikan nilai 7 untuk overall experience. Positifnya karena suasana pantai yang masih alami dan tidak terlalu ramai. Negatifnya karena fasilitas yang masih kurang lengkap, tidak ada minimarket dan pilihan restoran lainnya di dalam kawasan wisata. Sejumlah objek wisata seperti kebun binatang dan lain-lain masih dalam tahapan pengembangan. Hotelnya oke, namun pilihan masih terbatas, praktis tidak sampai 5 pilihan untuk menginap di sini. Semoga kedepannya KEK Tanjung Lesung semakin maju dan akses tol panimbang cepat dibuka. Sampai Jumpa Tj. Lesung !!

Leave a Reply

Artikel terkait