Home Editor's Picks Berpetualang di Geopark Ciletuh, Panenjoan, Puncak Darma

Berpetualang di Geopark Ciletuh, Panenjoan, Puncak Darma

by yudistira.arsie
2 comments

Selamat Tahun Baru 2021. Finally bangun pagi di awal tahun di tepi pantai. Asyik? Asyik donk. Mengakhiri tahun di pantai dan mengawalinya di pantai juga, caranya ya nginep di pantai hahaha. Nah mengawali tahun baru ini, saya langsung bergegas berlari ke pinggir pantai dan menikmati udara segar dan angin kencang pantai. Hari ini kami akan siap-siap berkemas check out dan pergi ke pantai pangumbahan (penyu) dan ke Geopark Ciletuh.

Sesudah jalan-jalan pagi di pinggir pantai, kami menukar voucher breakfast kami dan kembali ke kamar. Tak lama kemudian breakfast set pun datang diantar ke dalam kamar. Menu-nya cukup beragam dan komplit. Kita bisa memilih mau menu breakfast roti, atau nasi atau mie goreng dan omelette. Kami pesan semuanya. Oh ya karena kamarnya utk 4 orang jadi otomatis voucher breakfastnya untuk 4 orang ya.

menu sarapan di turtle beach ujung genteng
menu sarapan di turtle beach ujung genteng

Si kecil kita kasi semua jenis makanan haha. Lihat tingkahnya yang menggemaskan ini. Setelah selesai sarapan dan berkemas, kami pun segera early checkout dan bersiap-siap berpetualang ke geopark ciletuh. Namun sebelum ke sana, kami singgah ke dua pantai lainnya masih di ujung genteng yaitu pantai Pangumbahan – pusat konservasi atau penangkaran penyu hijau dan pantai pasir putih ujung genteng

Pantai Pangumbahan – Penangkaran Penyu Ujung Genteng

Pantai ini jaraknya tidak jauh dari hotel kami menginap. Hanya sekitar 3-4Km dari Hotel kami. Jalannya menyusuri pantai dan di kanan kirinya penuh dengan pondok penginapan lokal. Tempat ini dikenal sebagai pusat konservasi Penyu hijau. Tiket masuknya sebesar 10ribu rupiah per orang.

Tiket masuk konservasi Penyu Ujung Genteng
Tiket masuk konservasi Penyu Ujung Genteng

Di sini anda berkesempatan untuk memberi makan penyu di bak-bak yang sudah disediakan. Namun selain agak ramai hari itu, tempatnya juga gelap dan kurang menarik. Justru yang lebih menariknya adalah area pantainya. nah di pantainya benar-benar panjang dan mulus hampir tanpa koral. Sehingga kalau bermain pasir di sini atau lari-larian lebih seru di sini hehe.

Pelepasan Anak Penyu

Sekedar informasi, sebenarnya di sini tiap sore ada atraksi pelepasan tukik/anak penyu ke laut. Sebenarnya kemarin kami ingin ikut atraksi itu, namun karena sempat hujan di sekitar 5.30 sore, kamipun mengurungkan niat mengikuti acara, tidak tahu pasti juga apakah bila hujan sesi pelepasan penyu tetap diadakan. Untuk rekan-rekan bisa mencoba mengikutinya sekitar jam 5.30 sambil menunggu sunset/matahari terbenam.

Geopark Ciletuh

Selain bermain di pantai kami pun bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke beberapa spot lokasi di Geopark Ciletuh. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju spot pertama yakni Tebing Panenjoan adalah sekitar 1 jam (35-40Km). Nah sebelum kita kesana. Mungkin rekan-rekan penasaran apa sih itu Geopark Ciletuh? Apa istimewanya?

Papan Informasi di Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi
Papan Informasi di Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi

Geopark Ciletuh, Pelabuhan Ratu, resmi mendapatkan predikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Hal itu ditetapkan pada sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations pada tahun 2018 di Paris, Perancis. Penilaian meliputi tiga unsur utama geopark dunia yaitu mulai geodiversity (keanekaragaman landscape), biodiversity (keanekaragaman hewan dan tumbuhan), dan culture diversity (keanekaragaman budaya).

Keanekaragaman landscape yang merupakan paket komplit ini tergambarkan jelas dengan Gunung, Air terjun, Sawah, ladang dan sungai yang bermuara ke pantai baik berupa teluk/tanjung menjorok ke laut. Wilayah Geopark ini luasnya 126.000 hektar terdiri dari 8 kecamatan mulai dari Cisolok (Pantai Cimaja) sampai dengan Ujunggenteng (Ciemas), Sukabumi, sehingga wilayah geopark ini tidak hanya alam melainkan bersama masyarakat penduduk asli menjadi pusat kebudayaan sunda yang kental.

Papan Informasi di Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi
Papan Informasi di Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi

Ada begitu banyak spot wisata alam yang terkenal di sini, sebut saja tadi Pantai Pelabuhan Ratu yang sudah terkenal sejak lama, kemudian Pantai Cimaja yang terkenal di dunia dengan ombak utk surfing, kemudian pantai Ujung Genteng yang kemarin kami kunjungi, dan masih banyak pantai lainnya ( total 6-7 pantai).

Kemudian Sejumlah air terjun (5-6 air terjun) atau yang disebut juga curug dalam bahasa sunda, Tebing Panenjoan, Puncak Darma, dan Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Jadi sebenarnya trip ini mengelilingi Geopark Ciletuh namanya hehe, karena pantai ujunggenteng sendiri bagian dari Geopark Ciletuh.

Tebing Panenjoan, Ampitheater Alam Terbesar

Papan Informasi di Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi
Papan Informasi di Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi

Lokasi Pertama yang akan kami singgahi adalah Tebing Panenjoan. Ini adalah salah satu spot wisata yang wajib masuk urutan pertama list anda ketika mengunjungi Geopark Ciletuh. Kenapa? karena di sini adalah akan disuguhi pemandangan menakjubkan negeri pasundan. Anda akan menyaksikan Ampitheater Alam terbesar di asia tenggara. Hampir seluruh 126.000 hektar wilayah geopark dalam satu kali pandangan mata. Keren kan? Makanya itu tebing ini diberi nama Panenjoan yang dalam bahasa sunda artinya Selayang pandang, penglihatan. Simak penampakkannya di bawah ini.

Di sini ada tempat duduk, dengan latar huruf timbul PANENJOAN. Anda bisa duduk dengan santai menikmati pemandangan lembah maha luasnya Geopark Ciletuh ini. Dari kejauhan anda bisa melihat kekayaan landscape tanah pasundan ini, Kalau pakai teropong enak nih, anda bisa melihat ada sawah, hutan, air terjun dan pantai teluk ciletuh, lengkap deh view-nya. Di sebelah kanan juga ada hurur timbul GEOPARK sebagai latar untuk berfoto

Info tiket masuk Tebing Panenjoan Geopark Ciletuh Sukabumi

Posisi gerbang masuk persis di pinggir jalan. Jadi sebenarnya gampang untuk mencarinya. Tidak sesulit yang dibayangkan. Harga tiketnya masih murah yaitu 5000 per orang. tempat parkir untuk mobil lumayan luas, dan ada tempat makan. Sebenarnya di sini juga ada Villa. Makanya nama di karcisnya itu ada Villa Adela Panenjoan.

tiket masuk tebing panenjoan geopark ciletuh
tiket masuk tebing panenjoan geopark ciletuh

Curug Cimarinjing (Air terjun di Geopark Ciletuh)

Setelah puas berfoto, kamipun melanjutkan perjalanan ke Curug Cimarinjing. Sebenarnya ada banyak curug indah di wilayah ini, totalnya konon sampai sembilan (9) curug. Namun karena keterbatasan waktu kami hanya mengunjungi curug ini, yang posisi kebetulan dekat jalan dan searah untuk perjalanan ke Puncak Darma, tempat berikutnya.

Curug Cimarinjung yang berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini punya pesona lewat ukuran batu dan tingginya air terjun yang mencapai 50 meter. Karena menjadi bagian Geopark yang punya ciri khas bentukan bumi yang terbentuk dari ratusan tahun lalu, penampakan Curug Cimarinjung dipenuhi oleh bongkahan batu, tebing dan jurang yang berukuran besar.

Tiket Masuk Curug Cimanrinjung

tiket masuk parkir curug cimarinjung
tiket masuk parkir curug cimarinjung

Tidak ada tiket masuk ke sini. Hanya ada retribusi parkir untuk mobil. Mungkin karena tempat parkir masih dalam pembangunan karena belum teraspal. Di sini di sepanjang jalan dari gerbang masuk sampai ke dalam dipenuhi kafe tempat makan. Nampaknya curug sudah menjadi tempat wisata persinggahan rombongan besar. Itu sebabnya jalan setapak menuju air terjun sudah tertata dengan baik. Kios-kiosnya juga sudah lumayan permanen.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian saya adalah dari warung lesehannya kita bisa melihat pemandangan sawah dan di depan sawahnya ada pantai. keren juga Pantai + Sawah alami.

Puncak Darma – Geopark Ciletuh

Puncak Darma ialah salah satu dataran tertinggi di kawasan Geopark Ciletuh. Bukit di Puncak Darma berada di ketinggian 230 meter di atas permukaan laut, di atas Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi. Desa Girimukti, Ciemas ini merupakan salah satu pintu gerbang nya. Sebelum menelusuri geopark, biasanya wisatawan melihat keindahan lanskapnya dari Puncak Darma.

pemandangan teluk ciletuh berbentuk tapal kuda dari Puncak Darma
pemandangan teluk ciletuh berbentuk tapal kuda dari Puncak Darma

Dari puncak tersebut Anda bisa menikmati panorama Teluk Ciletuh yang berbentuk tapal kuda. Selain itu keindahan tebing-tebing, pesawahan, hingga pantai juga bisa Anda amati. Pesona keindahan terbaiknya ialah saat matahari terbenam, atau sunset karena bukit ini menghadap ke barat. Matahari akan terbenam di tengah teluknya, dan gemerlap lampu-lampu di geopark pun lalu mengganti guratan senja yang ada.

Melanjutkan ke Pelabuhan Ratu

Dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Kami pun bergegas tancap gas untuk segera menuju hotel kami di pelabuhan Ratu. Sebenarnya masih ada spot satu lagi yang searah yaitu Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Namun sayangnya karena sudah mau gelap kami hanya melewatinya tanpa singgah. Rencananya besok sebelum balik ke Jakarta kami akan mampir kesana, karena sudah tidak terlalu jauh lagi dari hotel kami.

Kami menginap di hotel legendaris di Pelabuhan Ratu yaitu Grand Inna Samudra Beach. Kenapa hotel ini legendaris ya?? Dan Mau tahu keseruan lanjutannya? yuk ke artikel berikutnya ya.

Sekilas Tentang Penyusunan Itinerary Geopark Ciletuh

Berdasarkan keterbatasan waktu yang kami miliki, saya pun menyusun itinerary dengan menaruh Pantai Ujung Genteng (lokasi paling jauh) di hari pertama dan kemudian di hari kedua mengeksplor Geopark Ciletuh secara berurutan menuju ke arah pantai pelabuhan ratu. Rutenya seperti anda lihat tadi adalah :

  1. Berangkat dari Pantai Ujung Genteng
  2. Tebing Panenjoan
  3. Curug Cimarinjing
  4. Puncak Darma
  5. Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa
  6. Kemudian perjalanan berakhir di hotel kami , Grand Inna Samudra Beach di Pantai pelabuhan Ratu.

Mungkin anda akan bertanya kenapa dari Jakarta tidak singgah ke Pantai pelabuhan Ratu (yang lebih dekat/4jam dari Jakarta) dulu kemudian menyusuri geopark ciletuh baru kemudian ke Pantai Ujung genteng (terjauh/paling ujung)

Beberapa alasannya karena :

  1. Berangkat pada pagi hari di hari pertama, maka memungkinkan untuk tiba di Ujung genteng siang menjelang sore. Anda bisa santai dulu menikmati hotel sampai bermalam. besoknya pagi-pagi baru mulai bertualang di geopark.
  2. Sedangkan kalau dibalik, hari pertama ke pelabuhan ratu, maka tiba di hotel masih siang. Anda mungkin anda terpikirkan untuk mulai mencicil menyusuri beberapa lokasi di geopark. Namun jarak dari satu tempat ke tempat lain di geopark bisa 20-30Km. artinya pulang pergi dari 1 titik saja bisa 50km, belum lagi 2titik bisa 100km. jadi kalo anda bermalam di hotel pelabuhan ratunya waktunya utk kembali serba mepet. Ujung-ujungnya anda harus mengulang kembali esok harinya ke geopark ciletuh lagi. Sedangkan kalo hanya di hotel saja dari siang sampai malam, sayang waktunya, mau berenang juga masih panas.
  3. Alasan kedua adalah menghindari jalan malam hari, karena kondisi jalan di geopark yang banyak belokan mendaki dan menurun, disarankan untuk tidak jalan di malam hari. Oleh karena itu saya merancang untuk mengelilingi geopark dalam 1 hari mulai sepagi mungkin dan waktu yang terbaik adalah di hari ke-2 check out early jam 10 dari hotel.
  4. Keuntungan lain, saat pulang karena sudah dari Pelabuhan Ratu, jarak pulang hanya tinggal 4jam lagi, dan anda tidak pulang melewati geopark ciletuh lagi, sehingga anda pulang dalam keadaan santai, sudah tidak terburu-buru lagi. 🙂

Semoga sekilas informasi di atas bisa membantu rekan-rekan dalam menyusun itinerary perjalanan bersama keluarga yang efisien dan aman. Mau tahu hari berikutnya? yuk lanjut baca ke artikel

2 comments

Staycation di Pelabuhan Ratu - YUDITIKA April 17, 2021 - 10:31 pm

[…] Sekitar Pulau Jawa […]

Reply
Staycation di Hotel Pantai Pelabuhan Ratu - YUDITIKA April 18, 2021 - 12:56 am

[…] Sekitar Pulau Jawa […]

Reply

Leave a Reply

Artikel terkait

%d bloggers like this: